Amir Sambodo : Sang Aktivis yang Aktif Menulis

Darah aktivis begitu mengalir pada jiwa Amir Sambodo sejak tahun pertama di ITB. Pada  tahun pertama di ITB, Bang Amir terpilih sebagai ketua angkatan TPB. Sebagai ketua angkatan TPB ’78, Bang Amir mulai mengenal senior-seniornya di Dewan Mahasiswa yang pada saat itu dipimpin oleh Heri Ahmadi. Saat Dewan Mahasiswa berganti menjadi Presidium Dewan Mahasiswa dengan aktivis Jusman (Mantan Mentri Perhubungan), Bang Amir tetap aktif dalam beberapa jabatan seperti Ketua Bidang Eksternal Dewan Mahasiswa ITB.

Pada era tahun 82-an saat pendudukan kampus dan diberlakukannya program NKKBKK, terjadi pembubaran Dewan Mahasiswa karena dianggap tidak memenuhi aspirasi mahasiswa. Dibentuklah pejabat sementara Dewan Mahasiswa dimana Bang Amir bertanggung jawab sebagai kepala bidang selama 2 periode. Pada tahun 1982 Bang Amir juga menjadi mentor mahasiswa baru yang dikemudian hari dikenal sebagai pejabat dan pemimpin sukses seperti Elfi Malano (Presdir Inti Kontens), Pramono Anung (wakil Ketua DPR) dan Irfan Setiaputra (Dirut PT INTI). Pada tahun 1983, Bang Amir, Umar Juoro, Deswandi Agusman dan Gunadarma (alm) mendapat skorsing dari ITB karena dianggap melakukan berbagai aktivitas kemahasiswaan, menolak pemberangusan kegiatan kemahasiswaan dan melakukan demonstrasi di dalam dan luar kampus. Berita ini diliput juga oleh wartawan Tempo, diantaranya Bambang Harimurti (EL ’76). Pada akhirnya Bang Amir dan kawan-awan dapat lolos dari skorsing setelah dilakukan beberapa lobi dan pembicaraan.

Di jurusan mesin, Bang Amir bersama teman-teman dan dibantu dosen menginisiasi penerbitan majalah MESIN. Selain menulis di majalah tersebut, secara rutin Bang Amir menulis di harian Kompas, Pikiran Rakyat, Majalah Prisma dan lainnya. Bang Amir konsisten menulis topik tentang teknologi dan industri. Keaktifannya dalam dunia menulis  menjadi penopang hidupnya semasa kuliah hingga akhirnya dia lulus dari ITB.

Jika ditanya mengenai kenangan terpenting dan selalu membekas saat di ITB, Bang Amir menjawab “Pada waktu itu, saya senang berorganisasi tapi saya tetap mengedepankan konsep intelektual. Jadi saya paling bangga pada waktu saya mendapatkan penghargaan dari Rektor ITB sebagai penulis terbaik di media massa. Jadi waktu itu, tulisan-tulisan yang telah dimuat di media massa diambil dan kemudian dilombakan. Saya menang di bidang teknologi, piala dari Rektor masih ada. Itulah hal yang paling mengesankan bagi saya”

Dialah Amir Sambodo, sang aktivis yang aktif menulis.

Advertisements

About asahope

Blog ini khusus diciptakan sebagai media komunikasi diantara sesama pendukung bang Amir Sambodo untuk Ketua IA ITB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: