Indonesia Berinovasi

Siapa yang berani menyanggah bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya? Dengan 240 juta penduduk, sumber daya alam yang melimpah, posisi kepulauan yang strategis serta kebudayaan lokal yang sangat unik, Indonesia memiliki seluruh potensi yang perlu dimiliki negara maju. Tapi mengapa hingga sekarang Indonesia masih jauh dari predikat sebagai negara maju dan tertinggal dari negara-negara lain seperti  Cina dan India? Bahkan India yang selama ini dikenal sebagai negara miskin dan sering diributkan dengan kerusuhan antar kasta, sekarang telah maju menjadi negara yang sangat berkembang dalam bisnis teknologi, terutama bidang informasi teknologi dan bioteknologi. Kunci dari kemajuan Cina dan India serta masalah utama dari ketertinggalan bangsa Indonesia ternyata bersumber pada satu kata yang sangat sederhana namun memiliki efek yang sangat besar: Inovasi

Inovasi adalah syarat mutlak yang harus dilakukan suatu negara apabila menginginkan kemajuan industri dan ekonomi. Dengan kemampuan berinovasi, suatu barang atau jasa akan memiliki nilai lebih (added value) yang membuatnya berbeda dari barang atau jasa lain yang sudah ada, sehingga akan meningkatkan nilai jual karena permintaan pasar yang meningkat. Yahoo.com adalah salah satu contoh perusahaan yang mengaplikasikan inovasi teknologi pada bisnis yang dijalankannya. Hasilnya, hanya dalam beberapa tahun perusahaan yang didirikan pada tahun 1994 ini telah tumbuh dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 70 Milyar.  Inovasi bisnis teknologi berkaitan erat dengan riset dan teknologi serta lembaga keuangan. Sebagai contoh, Cina memiliki rencana pengembangan bisnis teknologi yang diberi nama Torch Program. Torch Program diantaranya terdiri dari pembangunan lingkungan kondusif untuk industri teknologi tinggi, membangun science dan technology park serta inkubator bisnis.

Inovasi bukannya tidak pernah diterapkan di Indonesia. Indonesia memiliki Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong, berbagai lembaga penelitian milik pemerintah, dan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Inovasi telah dilakukan beberapa pengusaha muda dalam mengembangkan usaha dan peneliti-peneliti Indonesia dalam menemukan hal-hal baru. Ivan Kurniawan adalah salah satu contoh pengusaha muda Indonesia yang telah berhasil berinovasi dalam dunia fashion  dengan mengembangkan konsep “Batik On Denim”. Ivan meningkatkan nilai jual batik dengan menggabungkannya sifat batik yang cenderung kaku dan formal dengan denim atau jeans yang sifatnya lebih casual dan santai. Dalam bidang penelitian bioteknologi, dosen muda dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Fenny Martha Dwivany  telah berhasil merekayasa gen ACC sintase sebagai alternatif pematangan buah pisang Ambon. Hasil penelitian ini tentunya sangat bermanfaat untuk pencegahan busuknya pisang Ambon yang belum laku terjual.

Permasalahan kemajuan bisnis dan ekonomi di Indonesia bersumber pada kegiatan inovasi yang masih bersifat soliter sehingga implikasi yang diberikan masih kecil. Dampak yang besar akan tercipta apabila terdapat kerjasama antara berbagai pihak untuk mengembangkan inovasi. Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai institusi yang melaksanakan pendidikan dan penelitian, perguruan tinggi memiliki peranan besar dalam pengembangan inovasi. Institut Teknologi Bandung sebagai institusi pendidikan terbaik di tanah air yang berbasiskan teknologi tentunya memiliki peranan dan tanggung jawab yang lebih besar. Untuk mewujudkan Indonesia Berinovasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, ITB sebagai tempat berkumpulnya putra dan putri terbaik bangsa perlu mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang menekankan pentingnya inovasi dalam setiap aspek. Dengan demikian diharapkan akan terbentuk alumni-alumni ITB yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis inovasi yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. ITB juga harus mengembangkan inovasi dalam penelitian sehingga pada akhirnya akan lahir paten-paten baru yang dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Catatan terakhir menunjukan bahwa hingga saat ini hanya sekitar 30 paten yang telah dikeluarkan oleh dosen-dosen ITB, sementara 60 paten masih dalam proses penerbitan. Jumlah ini tentunya masih jauh dari yang diharapkan. Di masa depan diharapkan ITB akan melahirkan alumni-alumni yang jago berinovasi demi mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju dan inovatif.

(Sumber: Buku Menyongsong Gelombang Baru Bisnis dan Teknologi Karya Amir Sambodo dan informasi dari beberapa sumber)

Advertisements

About asahope

Blog ini khusus diciptakan sebagai media komunikasi diantara sesama pendukung bang Amir Sambodo untuk Ketua IA ITB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: