Liputan Acara Founder Sharing “Go Start Your Business Right Now”

Bang Amir Sambodo lagi-lagi menunjukan bukti akan kepeduliannya terhadap alumni muda ITB dengan menyelenggarakan acara Founder Sharing “GO START YOUR BUSINESS RIGHT NOW” pada hari Jumat, 11 November 2011 di Café S28 Bandung. Acara Founder Sharing ini merupakan cerminan dari program kerja yang akan Bang Amir laksanakan apabila terpilih menjadi ketua umum IA ITB periode 2011-2015 nanti. Keseriusan Bang Amir menanamkan konsep Indovasi salah satunya dilakukan dengan cara memberikan wawasan bisnis kepada para alumni muda ITB yang berniat memulai bisnis melalui acara Founder Sharing ini.  Pada acara ini, peserta yang terdiri dari alumni muda dan mahasiswa ITB mendapatkan sharing pengalaman dari alumni ITB lain yang telah sukses mewujudkan bisnisnya, mereka adalah Ben Wirawan (DP ’94, Founder Mahanagari), Sammaria Simanjuntak atau yang akrab disapa Atid (AR ’01, Sutradara Film Cin(t)a, Founder PT. Kepompong Gendut, Andri Yadi (FI ’99, Founder dan CEO PT. Dycode Cominfotech Development), serta Juwanda Ajun (Founder Nuesto Technology, founder ITB entrepreneurship Challenge) sebagai moderator.

Acara Founder Sharing berlangsung selama kurang lebih 2 jam dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Selama kurun waktu 2 jam, peserta mendengarkan langsung suka duka serta pengalaman para narasumber ketika awal memulai usaha hingga saat ini ketika usaha yang mereka rintis telah maju. Kang Ben Wirawan menceritakan asal muasal ide brand Kaos Bandung Mahanagari miliknya. Ide Mahanagari didapat ketika Kang Ben berkuliah di Singapura. Saat itu para mahasiswa asing sering bertukar kaos khas kota tempat mereka berasal. Pada saat itu Kang Ben sadar bahwa walaupun terkenal sebagai Kota Kaos, Bandung tidak memiliki brand kaos yang menjadi ciri khas dari kota Bandung itu sendiri. Berdasarkan ide itu, Mahanagari lahir sebagai brand kaos yang menceritakan keunikan kota Bandung. Berbeda dengan Kang Ben, Atid memulai usaha rumah produksinya karena tidak tahan dengan kondisi Jakarta sementara selama ini semua rumah produksi berlokasi di Jakarta. Karena ketidaknyamanannya dengan kota Jakarta, Atid membuat sendiri rumah produksi di Bandung dan sebentar lagi akan meluncurkan film pertama yang dia produseri sendiri berjudul “Demi Ucok”. Sementara itu Andri Yadi, seorang cumlaude dari jurusan fisika ITB, memilih berwirausaha dalam bidang IT karena hobi coding yang dia miliki sejak lama. Karena menjadikan hobi sebagai pekerjaan, Andri tidak merasakan beban saat menjalankan usahanya.

Masalah utama yang secara umum dihadapi calon pengusaha ketika ingin merealisasikan bisnisnya adalah permasalahan modal. Oleh karena itu pada akhir acara Founder Sharing, terdapat penjelasan dari Bang Viteks Grandis, alumni Teknik Geodesi ’88 mengenai cara mendapatkan modal melalui perusahaan Technoventura milik Bang Amir Sambodo. PT. Technoventura merupakan perusahaan modal ventura Bang Amir yang menyediakaan pembiayaan pada usaha-usaha yang memiliki nilai inovasi, terutama untuk alumni ITB. Pengembangan modal ventura untuk para alumni ITB melalui PT Technoventura juga merupakan salah satu misi Bang Amir apabila menjadi ketua umum IA-ITB.

Bang Amir memang contoh kandidat ketua IA ITB yang konkret melaksanakan misi-misinya. Ayo dukung Bang Amir sebagai ketua IA ITB. Berikan suara Anda pada Kongres IA ITB pada 3 Desember 2011.

Advertisements

About asahope

Blog ini khusus diciptakan sebagai media komunikasi diantara sesama pendukung bang Amir Sambodo untuk Ketua IA ITB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: