Archive | Artikel RSS for this section

Bang Amir untuk Alumni Entrepreneur

Amir Sambodo, terbukti merupakan sosok alumni yang sangat peduli pada perkembangan alumni lainnya. Melalui misi utamanya, “Terdepan Untuk Alumni”, beliau bertekad untuk membangun alumni ITB agar mampu menjadi alumni yg terdepan di bangsa ini. Pembangunan alumni dilakukannya secara spesifik dengan cara menjawab kebutuhan setiap segmentasi alumni yang ada. Salah satunya adalah segmen alumni entrepreneur.

Sebelum menjadi calon ketua IA ITB periode 2011-2015, kepedulian beliau telah terlihat melalui dibentuknya program teknoventura dan pemberian modal ventura bagi para alumni entrepreneur. Diluar program kerja yang dibentuk untuk IA ITB, beliau juga melakukan pembekalan-pembekalan bagi para entrepreneur dan calon entrepreneur melalui berbagai acara sharing baik dengan Bang Amir sendiri, maupun bersama para alumni yang telah lebih dulu sukses menjadi seorang entrepreneur.

Dalam pencalonannya menjadi ketua IA ITB mendatang, beliau juga telah menyiapkan berbagai program yang dapat mendukung tumbuhnya alumni-alumni entrepreneur dari ITB. Program yang dicanangkannya bagi alumni entrepreneur antara lain,

  • Meresmikan rumah INDOVASI sebagai simpul jaringan kerja alumni ITB
  • Teknopreneur Forum yang diadakan setiap bulan
  • Penerbitan majalah Teknopreneur
  • Penyaluran modal ventura untuk minimal 2 perusahaan alumni ITB

Melalui program-program tersebut, diharap akan semakin banyak alumni yang tergerak untuk menjadi entrepreneur, dan diharapkan usaha yang telah terbentuk juga dapat terus berkembang. Realisasi program-program tersebut hanya dapat terlaksanan jika Bang Amirlah yang memimpin IA ITB, maka jangan ragu-ragu untuk mendukung Amir Sambodo jadi ketua IA ITB periode 2011-2015 🙂

Terdepan untuk Alumni Muda

Jika selama ini Ikatan Alumni ITB (IA ITB) dipenuhi oleh alumni ITB angkatan 70 dan 80-an, maka Amir Sambodo ingin melakukan perubahan. Sebagai kandidat kuat Ketua Umum IA ITB periode 2011-2015, Bang Amir ingin menjadikan IA ITB juga sebagai wadah organisasi yang bermanfaat untuk alumni muda ITB. Dengan semangat “Terdepan untuk Alumni”, Bang Amir memiliki program-program untuk alumni, khususnya alumni muda, yang akan Bang Amir realisasikan saat menjadi ketua umum IA ITB. Janji ini telah Bang Amir buktikan bahkan sebelum terpilih menjadi ketua umum. Selama bulan November ini, Bang Amir telah menyelenggarakan berbagai acara yang sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas alumni muda, diantaranya acara Workshop Persiapan Dunia Kerja untuk para fresh graduate ITB dan acara Workshop Financial Planning untuk para alumni muda wanita. Pada Workshop Persiapan Dunia Kerja, Bang Amir menghadirkan trainer yang sangat berpengalaman dalam dunia recruitment sehingga para peserta mendapat wawasan yang menyeluruh mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persiapan dunia kerja seperti mengenai psikotes dan wawancara. Sementara pada Workshop Financial Planning, Bang Amir menghadirkan seorang perencana keuangan yang juga seorang alumni ITB. Pada workshop tersebut para peserta yang semuanya wanita diberikan wawasan dan strategi mengenai pengaturan keuangan pribadi dan keluarga untuk  mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kedua acara tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dari para alumni muda.

Semangat Bang Amir untuk pengembangan alumni muda sebagai seorang professional atau entrepreneur terdepan, tercermin pada misi-misi yang dimilikinya, diantaranya mengembangkan pelatihan dan pengembangan diri alumni ITB di bidang professional, bisnis dan kemasyarakatan serta mengembangkan modal ventura melalui TeknoVentura untuk alumni ITB khususnya alumni muda yang mengembangkan bisnis berbasis indovasi. Kegiatan-kegiatan yang telah Bang Amir laksanakan selama ini adalah realisasi dari misi-misi Bang Amir tersebut dan merupakan cerminan program kerja yang akan Bang Amir jalankan saat menjadi Ketua IA ITB.

Dedikasi Bang Amir untuk pengembangan alumni muda ITB telah teruji. Ayo alumni muda, mari kita dukung Bang Amir sebagai IA ITB nomor 1!

Indonesia Berinovasi

Siapa yang berani menyanggah bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya? Dengan 240 juta penduduk, sumber daya alam yang melimpah, posisi kepulauan yang strategis serta kebudayaan lokal yang sangat unik, Indonesia memiliki seluruh potensi yang perlu dimiliki negara maju. Tapi mengapa hingga sekarang Indonesia masih jauh dari predikat sebagai negara maju dan tertinggal dari negara-negara lain seperti  Cina dan India? Bahkan India yang selama ini dikenal sebagai negara miskin dan sering diributkan dengan kerusuhan antar kasta, sekarang telah maju menjadi negara yang sangat berkembang dalam bisnis teknologi, terutama bidang informasi teknologi dan bioteknologi. Kunci dari kemajuan Cina dan India serta masalah utama dari ketertinggalan bangsa Indonesia ternyata bersumber pada satu kata yang sangat sederhana namun memiliki efek yang sangat besar: Inovasi

Inovasi adalah syarat mutlak yang harus dilakukan suatu negara apabila menginginkan kemajuan industri dan ekonomi. Dengan kemampuan berinovasi, suatu barang atau jasa akan memiliki nilai lebih (added value) yang membuatnya berbeda dari barang atau jasa lain yang sudah ada, sehingga akan meningkatkan nilai jual karena permintaan pasar yang meningkat. Yahoo.com adalah salah satu contoh perusahaan yang mengaplikasikan inovasi teknologi pada bisnis yang dijalankannya. Hasilnya, hanya dalam beberapa tahun perusahaan yang didirikan pada tahun 1994 ini telah tumbuh dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 70 Milyar.  Inovasi bisnis teknologi berkaitan erat dengan riset dan teknologi serta lembaga keuangan. Sebagai contoh, Cina memiliki rencana pengembangan bisnis teknologi yang diberi nama Torch Program. Torch Program diantaranya terdiri dari pembangunan lingkungan kondusif untuk industri teknologi tinggi, membangun science dan technology park serta inkubator bisnis.

Inovasi bukannya tidak pernah diterapkan di Indonesia. Indonesia memiliki Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong, berbagai lembaga penelitian milik pemerintah, dan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Inovasi telah dilakukan beberapa pengusaha muda dalam mengembangkan usaha dan peneliti-peneliti Indonesia dalam menemukan hal-hal baru. Ivan Kurniawan adalah salah satu contoh pengusaha muda Indonesia yang telah berhasil berinovasi dalam dunia fashion  dengan mengembangkan konsep “Batik On Denim”. Ivan meningkatkan nilai jual batik dengan menggabungkannya sifat batik yang cenderung kaku dan formal dengan denim atau jeans yang sifatnya lebih casual dan santai. Dalam bidang penelitian bioteknologi, dosen muda dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Fenny Martha Dwivany  telah berhasil merekayasa gen ACC sintase sebagai alternatif pematangan buah pisang Ambon. Hasil penelitian ini tentunya sangat bermanfaat untuk pencegahan busuknya pisang Ambon yang belum laku terjual.

Permasalahan kemajuan bisnis dan ekonomi di Indonesia bersumber pada kegiatan inovasi yang masih bersifat soliter sehingga implikasi yang diberikan masih kecil. Dampak yang besar akan tercipta apabila terdapat kerjasama antara berbagai pihak untuk mengembangkan inovasi. Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai institusi yang melaksanakan pendidikan dan penelitian, perguruan tinggi memiliki peranan besar dalam pengembangan inovasi. Institut Teknologi Bandung sebagai institusi pendidikan terbaik di tanah air yang berbasiskan teknologi tentunya memiliki peranan dan tanggung jawab yang lebih besar. Untuk mewujudkan Indonesia Berinovasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, ITB sebagai tempat berkumpulnya putra dan putri terbaik bangsa perlu mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang menekankan pentingnya inovasi dalam setiap aspek. Dengan demikian diharapkan akan terbentuk alumni-alumni ITB yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis inovasi yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. ITB juga harus mengembangkan inovasi dalam penelitian sehingga pada akhirnya akan lahir paten-paten baru yang dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Catatan terakhir menunjukan bahwa hingga saat ini hanya sekitar 30 paten yang telah dikeluarkan oleh dosen-dosen ITB, sementara 60 paten masih dalam proses penerbitan. Jumlah ini tentunya masih jauh dari yang diharapkan. Di masa depan diharapkan ITB akan melahirkan alumni-alumni yang jago berinovasi demi mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju dan inovatif.

(Sumber: Buku Menyongsong Gelombang Baru Bisnis dan Teknologi Karya Amir Sambodo dan informasi dari beberapa sumber)

Pengembangan Entrepreneur Muda menjadi Realisasi Misi IA ITB

Saat ini IA ITB mulai menunjukkan kepedulian terhadap alumni muda yang berprofesi sebagai entrepreneur. Telah disadari bahwa sudah banyak jumlah alumni muda ITB yang mengembangkan diri menjadi seorang entrepreneur, IA ITB melakukan program-program yang dapat mendukung dan memfasilitasi alumni muda tersebut. Ketua bidang bisnis dan teknopreneur IA ITB, Bapak Amir Sambodo menyadari potensi berkembangnya jiwa entrepreneur dalam diri para lulusan ITB bahkan sebelum beliau menjabat sebagai ketua bidang tersebut. Menurutnya, mind set  lulusan ITB sebaiknya tidak hanya terfokus untuk menjadi seorang karyawan, melainkan menerima tantangan dunia bisnis untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru.

Sesuai program kerja beliau sebagai ketua bidang bisnis dan teknopreneur, Bapak Amir Sambodo mencoba mengenalkan bidang entrepreneur yang tidak lepas dari latar belakang ilmu alumni muda selama berkuliah di ITB. Beliau mencoba menyadarkan alumni muda yang berjiwa entrepreneur, bahwa berbagai bidang teknologi tengah berkembang dalam dunia industri dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dewasa ini. Melalui pemikiran tersebut tercetuslah program teknopreneur yang merupakan gabungan antara teknologi dan entrepreneurship. Melalui teknopreneur inilah, ilmu yang didapat selama kuliah di ITB dapat diaplikasikan menjadi sebuah produk atau jasa siap guna yang menjadi solusi permasalahan masyarakat. Program ini mulai diperkenalkan oleh IA ITB terutama Bapak Amir Sambodo kepada alumni muda, agar alumni muda dapat memanfaatkan ilmu sebaik-baiknya dengan menjadi entrepreneur.

Bapak Amir Sambodo dibawah naungan IA ITB juga telah memfasilitasi pertemuan beberapa alumni muda yang berprofesi sebagai entrepreneur dan yang akan memulai menjadi seorang entrepreneur. hasil pertemuan tersebut menggambarkan minat alumni muda dalam dunia entrepreneurship dan sudah sejauh mana mereka berkecimpung didalamnya. Pertemuan ini terbukti berdampak positif pada alumni muda lain yang belum terpikir atau belum memiliki keberanian untuk terjun kedalam dunia entrepreneurship. Pengalaman para entrepreneur muda tersebut menjadi pemicu sekaligus pembelajaran untuk alumni muda ITB lain untuk mengikuti jejak mereka dengan langkah yang lebih baik.

Kegiatan-kegiatan positif seperti ini sangat penting untuk dijaga keberlangsungannya, agar alumni muda ITB menyadari potensi lain yang mampu dilakukannya untuk membangun diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat sekaligus membangun masyarakat dan bangsai melalui ide-ide cemerlang dan inovasi yang muncul.

Financial Planning for Ladies & for Brighter Future

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dianugrahi kekuatan yang sangat besar. Namun, sebagaimana ucapan Peter Parker dalam film Spiderman “Seiring dengan kekuatan yang besar, maka timbul pula tanggung jawab yang besar”. Demikian pula seorang wanita harus berperan dalam kehidupan, dibebani dengan berbagai tanggung jawab, termasuk soal cara mengelola keuangan. Sebagai mahasiswa,  single ladies yang berkarir, wanita karir yang berkeluarga atau ibu rumah tangga, wanita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengatur keuangan pribadinya tapi juga mengatur keuangan keluarga.

Menurut Karen Lee, penulis buku “It’s Only Money, So Why Does It Causes So Many Problem?” wanita single ataupun yang telah berkeluarga harus dapat membuat perencanaan keuangan (financial planning) dan menjalankan perencanaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Uang memang hal yang sangat sensitif. Single ladies tanpa perencanaan keuangan yang tepat hanya akan menghabiskan gaji bulanan tanpa manfaat yang jelas. Apalagi bagi wanita yang telah berkeluarga, permasalahan keuangan dapat menjadi penyebab rusaknya keharmonisan keluarga Anda.

Di tengah budaya konsumerisme yang merajalela seperti sekarang ini, banyak produk menggiurkan beredar di pasaran, sementara harga untuk setiap kebutuhan primer pun semakin meningkat. Oleh karena itu financial planning merupakan hal yang sangat penting dilakukan supaya setiap uang dapat dimanfaatkan dengan lebih terarah. Memiliki gaji yang besar tanpa memiliki perencanaan yang tepat, tidak akan membuat hari tua kita menjadi lebih sejahtera, apalagi bagi orang-orang dengan gaji bulanan yang masih tergolong kecil. Financial planning tidak hanya soal bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, tapi juga tentang tujuan keuangan itu sendiri. Apakah untuk dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun atau untuk proteksi kecelakaan dan biaya sakit? Menurut Ligwina Hananto,  pakar financial planning Indonesia, pengeluaran terbesar masyarakat pada umumnya untuk lifestyle dan kredit. Untuk itu wanita harus memiliki kontrol terhadap keuangannya dan paling tidak harus menyelamatkan 10% keuangan untuk berinvestasi. Setiap orang, pria dan wanita, pasti menginginkan hari tua yang nyaman dan sejahtera, hal inilah yang menyebabkan perencaan keuangan sangat penting dilakukan sedari kita masih muda.

Financial planning tidak hanya untuk ibu-ibu muda yang berperan sebagai pengatur keuangan di keluarga, tapi juga untuk para wanita single. Bukankah wanita single juga suatu saat akan berkeluarga? Jadi tidak ada salahnya mempersiapkan diri dari sekarang supaya kelak dapat menjadi financial planner yang baik. Lebih daripada itu, tidak ada jaminan lho bahwa setiap wanita single akan mendapat pasangan dengan tingkat ekonomi yang tinggi, sehingga tidak ada salahnya jika kita belajar merencanakan pendapatan yang kita miliki untuk pengeluaran-pengeluaran yang lebih terarah dan terencana, supaya di masa depan kita tetap bisa menjadi wanita yang madiri dan tidak banyak bergantung dengan orang lain. Mengikuti training financial planning adalah suatu langkah yang tepat untuk memulai memperkaya diri dengan informasi-informasi perencanaan keuangan. Sebab melalui training seperti ini, kita dapat bertanya dan berinteraksi langsung dengan pakar perencana keuangan, sehingga diharapkan pemahaman kita akan jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya mengumpulkan informasi dari website financial planning.

So, come on ladies, plan your financial for your brighter future.. 🙂

Industri Kreatif Mengakar pada INDOVASI

Bisnis di industri kreatif saat ini tengah berkembang pesat, tak selalu bisnis berbasis teknologi atau sains yang dapat merambah puncak dunia industri Indonesia bahkan dunia, bisnis sederhana yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat juga dapat menjadi sesuatu yang besar.

Industri kreatif dapat berupa penyediaan produk kreatif langsung ataupun penambahan nilai kreatif pada produk yang ada dan secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan. Ciri produk industri kreatif antara lain, siklus hidupnya singkat, risiko tinggi, margin keuntungannya tinggi, keanekaragaman yang tinggi, persaingan tinggi dan kemungkinan mudah ditiru. Kategori industri kreatif saat ini tidak hanya di bidang fashion atau entertainment saja, tapi sudah merambah ke kategori umum lain seperti makanan atau produk lainnya.

Amir Sambodo menyatakan bahwa industri kreatif ini jelas berawal dari sebuah inovasi. Dapat dilihat juga, produk-produk dari industri kreatif yang tengah berkembang saat ini banyak yang menonjolkan seni kultural dan tradisional dari Indonesia sebagai adding valuebagi suatu produk umum. Meskipun fungsi produk tetap sama, tapi nilai seni bertambah, contohnya baju jadi berbahan dasar batik.  Hal ini adalah salah satu contoh sederhana yang coba dijelaskan Bang Amir dalam konsep INDOVASI-nya.

Saat ini, industri kreatiflah yang masih berperan besar mengangkat nama Indonesia dalam ranah bisnis, menjadi sutu nilai tambah ekonomis. Beliau berharap, pada akhirnya tak hanya industri kreatif saja, melainkan industri berbasis sains dan teknologi juga bisa menerapkan konsep INDOVASI yang digagasnya dan mengangkat ciri khas ke-Indonesia-an sebagai nilai tambah ekonomis suatu produk.

Mari alumni muda ITB, sanggupkah menerima tantangan untuk berinovasi dengan ilmu yang Anda miliki?

Entrepreneur sebagai Alternatif Masa Depan Alumni Muda ITB

Kemajuan di berbagai bidang menyebabkan munculnya kebutuhan baru yang dapat mendukung aktivitas masyarakat luas. Jiwa muda serta wawasan yang terbuka membuat alumni muda ITB kerap melihat kesempatan besar dari munculnya kebutuhan-kebutuhan tersebut yang ternyata tak banyak disadari kebanyakan orang. Bekal ilmu yang dimiliki serta kemauan untuk menghasilkan sesuatu membuat alumni muda ITB tak ragu-ragu untuk membuat berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan yang bermunculan saat ini.

Alasan-alasan tersebut umumnya mendasari pilihan alumni muda ITB untuk berkecimpung dalam dunia entrepreneurship. Melakukan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan khalayak serta dunia kerja yang lebih dinamis dan kaya tantangan dirasa sesuai dengan kepribadian alumni muda ITB. Sehingga saat ini, menjadi seorang entrepreneur merupakan suatu pilihan masa depan bagi alumni muda ITB.

Menjadi seorang entrepreneur membutuhkan networking yang luas, tak hanya dari bidang usaha yang digeluti, melainkan juga dari bidang-bidang lain agar usaha yang dibuat tetap fresh dan mampu menjawab berbagai kebutuhan yang tidak statis. Bagi seorang entrepreneur yang usahanya tengah berjalan, networking jelas diperlukan untuk pemasaran, promosi ataupun pengembangan usaha. Sedangkan bagi para pemula, networking sangat penting untuk mempelajari pasar yang akan dihadapi, serta sebagai penilai ide yang dimiliki dan sebagai sarana untuk mempelajari langkah-langkah taktis yang perlu ditempuh oleh seorang entrepreneur.

Kebutuhan lain yang dirasa penting bagi alumni muda ITB sebagai entrepreneur adalah modal. Sebagian besar investor tidak dapat memberikan kepercayaan secara langsung pada seorang entrepreneur pemula, sehingga kesulitan mendapat modal untuk start up usaha yang akan dijalani kerap dialami alumni muda ITB yang memilih menjadi seorang entrepreneur. Kurangnya pengalaman dan belum adanya jaminan keberhasilan membuat investor ragu untuk menanamkan modal dalam suatu usaha yang akan dimulai entrepreneur pemula ini, hingga terkadang ide cemerlang yang menghasilkan inovasi tertentu tidak dapat realisasikan menjadi sebuah produk atau jasa yang nyata.

Kebutuhan utama alumni muda ITB sebagai entrepreneur yaitu networking dapat difasilitasi oleh IA ITB melalui kegiatan berkumpulnya alumni ITB seperti temu alumni, atau acara khusus seperti lingkar wacana mengenai entrepreneurship dengan alumni ITB entrepreneur sebagai narasumbernya. Melalui kegiatan tersebut, jaringan bisnis ataupun dalam bentuk rekanan lainnya dapat terbentuk, selain itu para alumni muda dapat belajar dari alumni-alumni lain yang sudah berpengalaman di dunia bisnis, atau yang ahli dalam suatu bidang. Melalui networking tersebut nantinya akan terbangun rasa percaya antar alumni sehingga diharapkan dapat bekerja sama menjadi investor bagi usaha yang akan dijalankan oleh para alumni muda ITB.

Kegiatan IA ITB yang memfasilitasi berkembangnya alumni muda akan meningkatkan mutu dan potensi alumni muda yang juga menjadi salah satu misi IA ITB.  Profesi alumni ITB sebagai seorang entrepreneur menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan sebagai pilihan masa depan alumni selanjutnya, karena melalui profesi ini, alumni ITB dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal dan juga membantu memecahkan berbagai kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin berkembang pula.

Modal Ventura : Dari Bang Amir untuk Pengusaha Muda

Peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi yang jauh lebih tinggi daripada peningkatan jumlah lapangan pekerjaan menuntut lahirnya pengusaha baru yang berani mengambil resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha, beberapa perguruan tinggi ternama pun menjadikan kuliah manajemen dan kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa. Semua itu dilakukan untuk menanamkan mental wirausaha pada diri mahasiswa sehingga diharapkan pola pikir sebagian mahasiswa berubah, tidak lagi berpikir mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Ketika keinginan serta keterampilan untuk berwirausaha telah berhasil ditanamkan di masa kuliah, muncul masalah baru yang mengecilkan niat para calon pengusaha untuk mulai berwirausaha. Masalah itu adalah modal.

Beberapa pengusaha sukses terbukti dapat memulai usaha dengan modal kecil. Namun, itu semua pada dasarnya dikembalikan ke jenis usaha yang akan dijalankan. Banyak calon pengusaha muda yang memiliki ide sangat kreatif namun terbentur kebutuhan modal yang cukup besar. Inovasi yang tinggi mutlak harus dilakukan untuk menambah nilai jual dari barang atau jasa yang ditawarkan. Tanpa inovasi, usaha yang dijalankan akan lambat berkembang atau bahkan akan mati dalam waktu singkat.

Modal bisa didapat dari berbagai sumber, baik dari internal maupun eksternal. Modal internal berasal dari simpanan calon pengusaha itu sendiri. Keuntungan dari jenis modal ini adalah tidak adanya beban biaya bunga. Namun, secara umum jumlah modal internal biasanya tidak terlalu besar sehingga calon pengusaha tetap harus menggunakan modal eksternal. Modal eksternal yaitu modal yang diperoleh dari pihak luar, biasanya dalam bentuk pinjaman, salah satunya berasal dari modal ventura.

Modal ventura merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan sebagai partner usaha untuk jangka waktu tertentu. Di negara-negara maju, perusahaan modal ventura menjadi andalan pemerintah untuk meningkatkan perkembangan usaha masyarakat sehingga pada akhirnya akan menciptakan pertumbuhan ekonomi.  Sayangnya di Indonesia, tidak banyak perusahaan modal ventura yang memiliki kredibilitas tinggi.

Salah satu jenis modal ventura yang dikembangkan seorang pengusaha Indonesia adalah Techno Venture milik Amir Sambodo. Amir Sambodo, seorang alumni jurusan Teknik Mesin ITB, calon ketua umum IA ITB, pendiri Technopreneur Center dan menjadi komisaris utama di PT. Techno Venture Bisnis Sinergi. Penggagas konsep INDOVASI ini, mendirikan Techno Venture sebagai perusahaan modal ventura yang berfokus pada pengembangan usaha-usaha berbasis pada konsep INDOVASI di Indonesia, khususnya untuk alumni  ITB.

Konsep INDOVASI adalah konsep inovasi dalam teknologi, sains, bisnis serta seni kultural Indonesia. Techno Venture Business Synergy (TVBS) milik Amir Sambodo mendukung dan menopang pertumbuhan usaha yang dibiayai agar bertumbuh menjadi lebih kuat dalam hal akses terhadap pasar dan permodalan, melalui sejumlah skema pembiayaan. TVBS juga berperan sebagai penghubung terbentuknya kerjasama antara pebisnis dengan partner bisnis potensial dan investor. Modal ventura seperti TVBS sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis para pengusaha muda Indonesia. Tumbuhnya lebih banyak modal ventura yang penuh integritas merupakan suatu sinyal positif perkembangan ekonomi tanah air dan Amir Sambodo telah mengambil bagian untuk mewujudkan hal itu.

(sumber: Website Techno Venture Business Synergy (TVBS) dan beberapa paper tentang modal ventura)

Amir Sambodo untuk IA ITB

Amir Sambodo, mencalonkan dirinya sebagai kandidat ketua IA ITB pusat periode kepemimpinan 2011-2015. Dengan motto “Menjadi Terdepan” yang diusungnya, Bang Amir membagi program kerjanya kedalam 3 bagian utama yaitu Terdepan untuk Alumni, Terdepan untuk Almamater, dan Terdepan untuk Bangsa. Seperti halnya motto ITB, “Kemajuan dan keselarasan”, bang Amir ingin membuat alumni ITB tampil menjadi yang terdepan dimanapun dia berada dengan mengutamakan sinergi kebersamaan.

Sayangnya, banyak yang memandang negatif pada IA ITB di masa sekarang ini. IA ITB dianggap tak lagi digunakan untuk membangun para alumni, melainkan semata-mata menjadi “tunggangan” untuk masuk ke arena politik pemerintahan. Bang Amir dalam kepemimpinannya kelak, ingin mengubah pandangan negatif pada IA ITB. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa IA ITB bukanlah sarana politik, melainkan untuk sarana berkarya bagi para alumni.

Selain itu, Bang Amir selama ini juga mengembangkan gagasan terbarunya di bidang perekonomian yang ingin beliau terapkan untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang, yaitu konsep TECHNOPRENEUR dan INDOVASI. Kedua konsep yang digagasnya ini dibentuk dengan mensinergiskan 3 unsur penting, yaitu Bisnis, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, serta Seni kultural yang sangat kaya di Indonesia.

Organisasi IA ITB dianggapnya sarana paling tepat untuk menguji mega-konsepnya, karena alumni ITB terdiri dari latar belakang yang heterogen dan mewakili 3 unsur penting dalam konsep tersebut. Beliau berpendapat, jika dirinya terpilih menjadi ketua IA ITB, berarti konsep yang digagasnya tersebut dapat diterima oleh mayoritas alumni ITB yang notabenenya adalah miniatur Indonesia, sehingga kemungkinan besar juga akan berhasil diterapkan di Indonesia nantinya.

Bang Amir hadir dan mencalonkan dirinya sebagai kandidat Ketua IA ITB dengan niat mulia, mensejahterakan alumni ITB dan menjadikannya yang terdepan. Bersama alumni terdepan memajukan ITB menjadi almamater terdepan bagi bangsa terdepan, bangsa Indonesia.

Kiprah Amir Sambodo di IA ITB

Prestasi Amir Sambodo di bidang kealumnian ITB juga juga tak main-main. Dimulai dari kiprahnya di IA daerah, perjalanan beliau di IA ITB dimulai sebagai wakil ketua IA ITB Aceh mulai tahun 1984, lalu berlanjut dengan aktif di IA ITB Jakarta. Bang Amir lalu melangkah masuk ke kepengurusan IA ITB pusat saat kepemimpinan Cacuk (alm) sebagai Ketua V (Bidang Kajian Pembangunan) IA ITB.

Bang Amir juga tak ragu mencalonkan diri menjadi calon ketua IA ITB dengan tujuan utama yang mulia. Pada kongres tahun 2002, Bang Amir maju untuk pertama kalinya sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat, namun kemenangan belum diraih beliau pada saat itu. Walaupun tidak terpilih, Bang Amir menjabat sebagai Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi IA ITB Pusat. Pada kongres berikutnya tahun 2007, Bang Amir tidak mencalonkan diri menjadi ketua IA ITB Pusat, melainkan menjadi tim sukses dari Hatta Radjasa. Dalam perannya sebagai tim sukses Pak Hatta, Bang Amirlah yang kerap muncul dalam debat-debat resmi yang diagendakan untuk menggantikan Pak Hatta, hingga terpilihnya Pak Hatta menjadi Ketua IA ITB saat itu.

Di masa kepemimpinan Hatta Radjasa pada IA ITB Pusat, Bang Amir menjabat sebagai Ketua Bidang Business dan Teknopreneur IA ITB dengan program kerja pengembangan Teknopreneur bagi alumni ITB khususnya. Di akhir masa kepemimpinannya, telah banyak alumni ITB yang “digembleng” dalam Technopreneur Center dan menjadi individu yang lebih berkualitas. Pada kongres 2011 yang akan diadakan Desember mendatang, Bang Amir mencalonkan diri kembali sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat dengan membawa visi utama yaitu Menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang sejahtera, kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi (indovasi).

Prestasi yang pernah diraih Bang Amir dalam aktivitas kealumnian di IA ITB baik daerah maupun pusat telah membuktikan kemampuan beliau dan kepeduliannya terhadap kemajuan alumni ITB. Pengetahuan beliau akan dinamisme alumni ITB dari berbagai angkatan telah cukup banyak. Melalui pencalonan dirinya sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat, diharapkan IA ITB dapat memiliki pemimpin yang sangat mengerti dan peduli akan kemajuan dan kesejahteraan para alumni ITB.