Program Riset dan Pendidikan untuk ITB

Dalam upayanya meningkatkan peringkat ITB sebagai world class university, ITB terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan riset. Penelitian dan riset ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selama ini IA-ITB adalah lembaga yang paling banyak memberikan bantuan dana guna kegiatan riset di ITB dibandingkan dua lembaga yang lain, yakni Asahi dan Osaka. Amir Sambodo, sekali lagi menunjukkan kepeduliannya terhadap almamater ITB untuk menjadi yang terdepan melalui programnya mendukung program riset dan pendidikan.

Sampai saat ini IA-ITB telah tiga kali memberikan dana hibah riset. Yang pertama pada periode 2008-2009 IA-ITB telah menyalurkan dana dengan total 1,25 milyar rupiah untuk 13 judul penelitian. Lalu pada periode 2009-2010 tepatnya pada agustus 2009 IA-ITB kembali mengucurkan dana dengan total satu milyar rupiah untuk 10 judul penelitian. Dan yang ketiga sebesar satu milyar yang diberikan pada bulan juni 2011. Harapan kedepannya program ini akan stabil dan berkelanjutan. Untuk itu IA-ITB telah berkomitmen memberikan bantuan senilai satu milyar rupiah setiap tahunnya. IA-ITB sangat mendukung program penelitian dan riset ini adalah agar ITB lebih maju dan dikenal di dunia. Jika ITB maju maka alumninya juga akan maju.

Seperti tertuang dalam Pasal 43 Anggaran Dasar IA-ITB tentang PENGEMBANGAN RISET ITB yaitu IA ITB mendukung sepenuhnya pengembangan riset di ITB dalam bentuk pemberian dana hibah riset dan kegiatan penunjang lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing ITB di dunia internasional. Karena dengan Hibah Riset ini akan membantu ITB untuk lebih mapan dan mandiri. Dan kemandirian akan mampu meningkatkan daya saing ITB di dunia Internasional.

Semenjak adanya program Hibah Riset IA-ITB ini kualitas dosen-dosen di ITB semakin meningkat. Saat ini terdapat 1.200 dosen yang tercatat di ITB. Bila tahun 2010 ITB hanya berhasil melakukan dua ratusan publikasi jurnal riset, maka tahun ini ITB menargetkan 500 publikasi jurnal riset. Ke depannya ITB secara bertahap akan menargetkan agar tiap dosen mampu mempublikasikan setidaknya dua jurnal riset per tahunnya. Melalui program kerja yang diusung Amir Sambodo ini, beliau berharap agar ITB mampu menjadi universitas kelas dunia yang hasil risetnya dapat bermanfaat bagi kebutuhan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Advertisements

Beasiswa Ekonomi untuk Almamater Terdepan

Selama ini di Indonesia biaya pendidikan masih disubsidi pemerintah, termasuk di perguruan tinggi. Sedangkan anggaran biaya pemerintah diperoleh dari pajak yang dibayarkan olek semua masyarakat Indonesia baik yang kaya maupun yang miskin. Dari subsidi tersebut mahasiswa dapat menikmati pengajaran yang baik, sarana dan prasarana yang lengkap, dan fasilitas yang mendukung. Serta mendapatkan bekal untuk mencari pekerjaan yang layak. Tidak adil jika subsidi pendidikan ini hanya dinikmati oleh orang kaya, orang yang bisa masuk perguruan tinggi. Sedangkan masyarakat miskin tidak bisa menikmati subsidi pendidikan ini yang didalamnya ada uang hasil kerja keras mereka, hanya karena tidak bisa membayar biaya kuliah. Padahal seperti tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah memberikan beasiswa kepada para mahasiswa dari kalangan ekonomi tidak mampu ini.

Indonesia begitu luas dengan 205,1 juta penduduk yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dari Sabang sampai Merauke. Permasalahannya tidak semua daerah mendapatkan pemerataan pendidikan yang sama terutama di daerah pelosok. Jika ingin pemberian beasiswa benar-banar tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran, tentu tidak bisa serta merta diberikan ke sembarang orang. Beasiswa ini harus terintegrasi dengan baik. Apalagi informasi sangat terbatas di daerah-daerah pelosok. Padahal justru di daerah ini banyak bibit-bibit unggul yang potensial.

Karena pentingnya masalah ini sehingga menjadi salah satu “concern” dari salah satu calon ketua IA ITB, Amir Sambodo, melalui misi ‘Terdepan Untuk Almamater’ yang akan diturunkan menjadi suatu progran kerja yaitu mendukung program beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu secara ekonomi. Untuk itu sangat dibutuhkan partisipasi dan peran serta alumni ITB, seperti Bang Amir untuk mewujudkan niat mulia ini, yang akan diintegrasikan dalam ikatan alumni ITB sebagai wujud bakti kepada Tuhan, bangsa dan almamater. Saatnya para alumni tidak hanya memikirkan egoisme pribadi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Saatnya para alumni berinvestasi untuk generasi penerus setelahnya.

Alumni Muda harus Antusias

Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) sebagai wadah tempat berkumpulnya para alumni ITB memiliki visi yang besar untuk kemajuan alumni, almamater dan bangsa. Visi tersebut bukan merupakan visi pribadi seorang ketua IA-ITB ataupun segelintir orang di IA-ITB tetapi merupakan visi bersama. Semua visi tersebut akan kandas jika tidak ada kontribusi dari alumni ITB yang merupakan elemen dari IA-ITB itu sendiri. Terutama alumni muda yang memiliki potensi sangat besar karena merekalah yang nantinya akan memegang IA-ITB. Walaupun dari tahun ke tahun telah banyak alumni muda yang berbondong-bondong untuk bergabung, tetapi tidak sedikit pula dari alumni muda ini yang bahkan belum mengenal IA-ITB.

Telah banyak acara-acara yang digelar IA-ITB yang ditujukan untuk mahasiswa ataupun calon alumni muda. Dengan tujuan untuk memberikan ilmu lebih untuk mahasiswa, juga untuk memperkenalkan IA-ITB kepada para mahasiswa ini. Semua untuk menjawab keluhan alumni muda yang urung bergabung ke dalam IA-ITB karena ketika lulus baru kenal dengan IA-ITB. Tetapi usaha ini tidak akan berhasil jika tidak ada feedback yang baik dan antusiasme dari para mahasiswa ataupun alumni muda ini. Sekarang sudah saatnya alumni muda berbicara banyak dan berkontribusi di IA-ITB. Sampai lima tahun yang akan datang tentu akan semakin banyak alumni muda yang bergabung. Alumni muda harus punya keterlibatan lebih jika ingin IA-ITB ini lebih baik. Dengan banyak keterlibatan alumni muda kemungkinan IA-ITB lebih maju akan lebih besar. Karena alumni muda tentu masih memiliki pemikiran yang segar dan semangat yang masih tinggi.

Seperti saat ini misal dalam rangka menyambut kongres IA-ITB harusnya alumni muda memiliki antusiasme yang besar. Yang menentukan siapa ketua IA-ITB adalah para anggotanya yang tidak lain adalah semua alumni ITB. Alumni muda memiliki kesempatan besar untuk ikut menentukan arah gerak IA-ITB dengan aktif berkontribusi. Misalnya dengan memberi masukan kepada para kandidat berupa ide yang membangun. Di masa pengenalan atau kampanye calon ketua IA-ITB seperti sekarang ini, alumni muda harus kritis mengontrol para calon kandidat dan memperhatikan setiap gerakan kandidat. Sehingga dapat memilih calon kandidat yang memiliki kompetensi yang paling baik untuk IA-ITB yang lebih baik.

Alumni Muda Jangan Tutup Mata!

Anda adalah alumni muda? Apa yang sudah anda lakukan untuk membalas jasa pada almamater ITB? Sudahkah anda berkontribusi untuknya?

Banyak yang bilang generasi muda adalah generasi berpikiran terbuka, cerdas, kreatif dan kritis. Nyatanya, generasi muda yang ditelurkan ITB sebagai alumni-alumni dengan intelejensia tinggi sebagian besar adalah orang-orang yang masih berpikiran sempit dan skeptis. Dengan dalih mempertahankan idealisme, alumni muda ini hanya jadi batu, tak banyak yang bisa berkontribusi untuk almamater, masyarakat, apalagi bangsanya. Miris.

Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) dibentuk sebagai wadah bagi para alumni ITB untuk berkontribusi pada almamaternya. Niat awal yang mulia dari dibentuknya IA ITB, sayangnya banyak ‘terkotori’ oleh pandangan-pandangan skeptis terhadapnya. Alumni muda tak mau bergabung karena menganggap IA ITB hanya untuk alumni senior saja. IA ITB untuk semua alumni ITB, dan sebagai alumni mudasudah seharusnya bergabung, mengemukakan pendapat dan berkontribusi didalamnya.

Mari hilangkan pikiran sempit dan buruk terhadap IA ITB wahai alumni muda. Mari buat perubahan bahwa IA ITB untuk semua alumni. Jangan jadi alumni muda yang hanya bisa bertopang dagu dan mengomentari dari belakang. Mari lihat lebih jelas, terjun lebih dalam dan berpendapat dengan jelas dalam IA ITB. Ini saatnya alumni muda maju dan melakukan perubahan untuk IA ITB yang lebih baik.

Masih ingatkan kata-kata Bung Karno yang berbunyi, “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”

Amir Sambodo, adalah seorang alumni ITB yang peduli terhadap alumni muda. Beliau adalah alumni senior yang berjiwa muda, berpikir terbuka dan berani melakukan perubahan. Banyak langkah konkrit yang dibuatnya untuk para alumni muda, hanya untuk berkontribusi di IA ITB serta almamater ITB.

Mari alumni muda, kenali Amir Sambodo lebih dalam, dan mari jadi pemuda yang melakukan perubahan bersamanya. Dukung Amir Sambodo menjadi ketua IA ITB periode 2011-2015. Amir Sambodo beri bukti, bukan sekedar janji. Jangan salah pilih!

Pilih Bang Amir!

  • Kamu fresh graduate ? Butuh pengembangan karir? PILIH BANG AMIR dan mari bergabung di IA ITB. Belum terpilih saja, Bang Amir sudah memberikan Workshop Persiapan Dunia Kerja untuk alumni fresh graduate, apalagi kalau sudah terpilih akan lebih banyak program yang secara nyata manfaatnya dapat dirasakan alumni fresh graduate. Bang Amir beri bukti bukan sekedar janji.
  • Kamu entrepreneur muda? Butuh modal usaha? Butuh strategi pengembangan bisnis? PILIH BANG AMIR dan mari bergabung di IA ITB. Belum terpilih saja, Bang Amir sudah membuat acara sharing bareng Entrepreneur Muda ITB serta membuat acara Founder Sharing untuk alumni muda yang mau mulai usaha. Lebih dari itu Bang Amir punya Technoventura yang bisa membantu permodalan usaha para alumni. Bang Amir beri bukti bukan sekedar janji.
  • Kamu alumni muda wanita? Kamu ibu muda dengan segudang kegiatan? PILIH BANG AMIR dan mari bergabung di IA ITB. Belum terpilih saja, Bang Amir sudah membuat acara Workshop Financial Planning untuk alumni wanita ITB. Kalau sudah terpilih, Bang Amir akan membuat lebih banyak program untuk pengembangan diri alumni. Ini komitmen Bang Amir. Bang Amir beri bukti bukan sekedar janji.
  • Kamu alumni muda professional? PILIH BANG AMIR dan mari bergabung di IA ITB. Karena dibawah tangan Bang Amir, IA ITB menjadi tempat bagi para alumni ITB professional yang potensial  mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan kerja. Hal ini sesuai dengan visi, misi dan konsep Indovasi yang dimiliki Bang Amir.

Sebagai alumni muda ITB kita pasti sudah paham dengan segudang strategi kampanye. Kita pasti malas mendengar janji tanpa diiringi aksi yang konkret. Kita pasti benci money politic dan menginginkan sesuatu yang bermanfaat. Maka daripada itu, sudah saatnya kita mengenal lebih dekat setiap calon ketua umum IA ITB. Jangan sampai tidak menggunakan hak suara kita, lebih gawat lagi, jangan sampai kita salah memilih.

Bang Amir Sambodo adalah kandidat ketua umum IA nomor  1. Beliau adalah satu-satunya calon yang mengenalkan program-programnya secara langsung kepada para alumni lewat serangkaian acara yang bermanfaat. Beliau berkomitmen dengan misi-misinya menjadikan alumni, ITB dan bangsa Indonesia sebagai yang terdepan serta konkret membuktikan misi-misinya.

Pilih Bang Amir dan mari bergabung di IA ITB! 

Bang Amir untuk Alumni Entrepreneur

Amir Sambodo, terbukti merupakan sosok alumni yang sangat peduli pada perkembangan alumni lainnya. Melalui misi utamanya, “Terdepan Untuk Alumni”, beliau bertekad untuk membangun alumni ITB agar mampu menjadi alumni yg terdepan di bangsa ini. Pembangunan alumni dilakukannya secara spesifik dengan cara menjawab kebutuhan setiap segmentasi alumni yang ada. Salah satunya adalah segmen alumni entrepreneur.

Sebelum menjadi calon ketua IA ITB periode 2011-2015, kepedulian beliau telah terlihat melalui dibentuknya program teknoventura dan pemberian modal ventura bagi para alumni entrepreneur. Diluar program kerja yang dibentuk untuk IA ITB, beliau juga melakukan pembekalan-pembekalan bagi para entrepreneur dan calon entrepreneur melalui berbagai acara sharing baik dengan Bang Amir sendiri, maupun bersama para alumni yang telah lebih dulu sukses menjadi seorang entrepreneur.

Dalam pencalonannya menjadi ketua IA ITB mendatang, beliau juga telah menyiapkan berbagai program yang dapat mendukung tumbuhnya alumni-alumni entrepreneur dari ITB. Program yang dicanangkannya bagi alumni entrepreneur antara lain,

  • Meresmikan rumah INDOVASI sebagai simpul jaringan kerja alumni ITB
  • Teknopreneur Forum yang diadakan setiap bulan
  • Penerbitan majalah Teknopreneur
  • Penyaluran modal ventura untuk minimal 2 perusahaan alumni ITB

Melalui program-program tersebut, diharap akan semakin banyak alumni yang tergerak untuk menjadi entrepreneur, dan diharapkan usaha yang telah terbentuk juga dapat terus berkembang. Realisasi program-program tersebut hanya dapat terlaksanan jika Bang Amirlah yang memimpin IA ITB, maka jangan ragu-ragu untuk mendukung Amir Sambodo jadi ketua IA ITB periode 2011-2015 🙂

Terdepan untuk Alumni Muda

Jika selama ini Ikatan Alumni ITB (IA ITB) dipenuhi oleh alumni ITB angkatan 70 dan 80-an, maka Amir Sambodo ingin melakukan perubahan. Sebagai kandidat kuat Ketua Umum IA ITB periode 2011-2015, Bang Amir ingin menjadikan IA ITB juga sebagai wadah organisasi yang bermanfaat untuk alumni muda ITB. Dengan semangat “Terdepan untuk Alumni”, Bang Amir memiliki program-program untuk alumni, khususnya alumni muda, yang akan Bang Amir realisasikan saat menjadi ketua umum IA ITB. Janji ini telah Bang Amir buktikan bahkan sebelum terpilih menjadi ketua umum. Selama bulan November ini, Bang Amir telah menyelenggarakan berbagai acara yang sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas alumni muda, diantaranya acara Workshop Persiapan Dunia Kerja untuk para fresh graduate ITB dan acara Workshop Financial Planning untuk para alumni muda wanita. Pada Workshop Persiapan Dunia Kerja, Bang Amir menghadirkan trainer yang sangat berpengalaman dalam dunia recruitment sehingga para peserta mendapat wawasan yang menyeluruh mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persiapan dunia kerja seperti mengenai psikotes dan wawancara. Sementara pada Workshop Financial Planning, Bang Amir menghadirkan seorang perencana keuangan yang juga seorang alumni ITB. Pada workshop tersebut para peserta yang semuanya wanita diberikan wawasan dan strategi mengenai pengaturan keuangan pribadi dan keluarga untuk  mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kedua acara tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dari para alumni muda.

Semangat Bang Amir untuk pengembangan alumni muda sebagai seorang professional atau entrepreneur terdepan, tercermin pada misi-misi yang dimilikinya, diantaranya mengembangkan pelatihan dan pengembangan diri alumni ITB di bidang professional, bisnis dan kemasyarakatan serta mengembangkan modal ventura melalui TeknoVentura untuk alumni ITB khususnya alumni muda yang mengembangkan bisnis berbasis indovasi. Kegiatan-kegiatan yang telah Bang Amir laksanakan selama ini adalah realisasi dari misi-misi Bang Amir tersebut dan merupakan cerminan program kerja yang akan Bang Amir jalankan saat menjadi Ketua IA ITB.

Dedikasi Bang Amir untuk pengembangan alumni muda ITB telah teruji. Ayo alumni muda, mari kita dukung Bang Amir sebagai IA ITB nomor 1!