Liputan Acara Financial Planning “Planning a Better You”

Masalah keuangan selalu jadi isu yang menarik, dan wanita sangat erat kaitannya dengan masalah tersebut. Tak hanya keuangan rumah tangga yang perlu perencanaan, tapi keuangan pribadi juga sangat membutuhkan perencanaan yang tepat. Jika tidak, alih-alih mendapatkan income atas hasil kerja kita, yang ada malah menjadi lebih besar pasak daripada tiang.

Acara Workshop Financial Planning bersama QM Financial yang mengangkat tema “Planning a Better You” ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian salah satu alumni ITB terhadap isu yang kerap dihadapi oleh sebagian besar wanita, khususnya alumni wanita ITB. Para peserta yang hadir dalam acara ini seluruhnya adalah wanita alumni ITB dengan latar belakang angkatan, usia, jurusan bahkan status yang berbeda-beda, ada yang masih single, ataupun sudah berkeluarga. Melalui acara ini, peserta diajarkan cara mengecek kesehatan keuangan melalui cashflow keuangan dari pendapatan dan pengeluaran. Selain itu, diperkenalkan pula jenis-jenis investasi serta cara menabung yang tepat disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan.

Pengenalan singkat dunia financial yang disajikan Nurfitriavi Noeriman,ST, AEPP, CFP®  (QM Planner) yang juga merupakan alumni ITB jurusan Tambang ’96, berhasil menarik minat para wanita yang hadir untuk berkonsultasi mengenai masalah keuangan yang dihadapi serta mempelajari solusi yang diberikan. Dalam workshop tersebut juga peserta dapat belajar merencanakan keuangan dari mulai jangka pendek hingga perencanaan jangka panjang seperti dana pendidikan. Tak hanya itu, melalui sesi tanya jawab yang dibuka setelah presentasi, peserta sangat antusias untuk bertanya dan berkonsultasi pada presenter yang biasa disapa Mbak Fitri, salah seorang financial planner ternama di Indonesia.

Banyak orang yang belum sadar akan isu ini, sehingga tak banyak pula yang peduli untuk mengembangkan pemikiran para wanita akan perencanaan keuangan pribadi atau keluarga yang merupakan salah satu kewajiban mereka. Bapak Amir Sambodo, sebagai seorang alumni yang amat peduli dengan kemajuan para alumni ITB, mencoba memberikan solusi pengembangan bagi salah satu segmen alumni, yaitu alumni wanita ITB melalui acara ini. Beliau sangat berharap, melalui acara ini, banyak manfaat serta ilmu yang dapat diambil bagi para ibu, istri atau calon keduanya 🙂

Advertisements

Liputan Acara Founder Sharing “Go Start Your Business Right Now”

Bang Amir Sambodo lagi-lagi menunjukan bukti akan kepeduliannya terhadap alumni muda ITB dengan menyelenggarakan acara Founder Sharing “GO START YOUR BUSINESS RIGHT NOW” pada hari Jumat, 11 November 2011 di Café S28 Bandung. Acara Founder Sharing ini merupakan cerminan dari program kerja yang akan Bang Amir laksanakan apabila terpilih menjadi ketua umum IA ITB periode 2011-2015 nanti. Keseriusan Bang Amir menanamkan konsep Indovasi salah satunya dilakukan dengan cara memberikan wawasan bisnis kepada para alumni muda ITB yang berniat memulai bisnis melalui acara Founder Sharing ini.  Pada acara ini, peserta yang terdiri dari alumni muda dan mahasiswa ITB mendapatkan sharing pengalaman dari alumni ITB lain yang telah sukses mewujudkan bisnisnya, mereka adalah Ben Wirawan (DP ’94, Founder Mahanagari), Sammaria Simanjuntak atau yang akrab disapa Atid (AR ’01, Sutradara Film Cin(t)a, Founder PT. Kepompong Gendut, Andri Yadi (FI ’99, Founder dan CEO PT. Dycode Cominfotech Development), serta Juwanda Ajun (Founder Nuesto Technology, founder ITB entrepreneurship Challenge) sebagai moderator.

Acara Founder Sharing berlangsung selama kurang lebih 2 jam dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Selama kurun waktu 2 jam, peserta mendengarkan langsung suka duka serta pengalaman para narasumber ketika awal memulai usaha hingga saat ini ketika usaha yang mereka rintis telah maju. Kang Ben Wirawan menceritakan asal muasal ide brand Kaos Bandung Mahanagari miliknya. Ide Mahanagari didapat ketika Kang Ben berkuliah di Singapura. Saat itu para mahasiswa asing sering bertukar kaos khas kota tempat mereka berasal. Pada saat itu Kang Ben sadar bahwa walaupun terkenal sebagai Kota Kaos, Bandung tidak memiliki brand kaos yang menjadi ciri khas dari kota Bandung itu sendiri. Berdasarkan ide itu, Mahanagari lahir sebagai brand kaos yang menceritakan keunikan kota Bandung. Berbeda dengan Kang Ben, Atid memulai usaha rumah produksinya karena tidak tahan dengan kondisi Jakarta sementara selama ini semua rumah produksi berlokasi di Jakarta. Karena ketidaknyamanannya dengan kota Jakarta, Atid membuat sendiri rumah produksi di Bandung dan sebentar lagi akan meluncurkan film pertama yang dia produseri sendiri berjudul “Demi Ucok”. Sementara itu Andri Yadi, seorang cumlaude dari jurusan fisika ITB, memilih berwirausaha dalam bidang IT karena hobi coding yang dia miliki sejak lama. Karena menjadikan hobi sebagai pekerjaan, Andri tidak merasakan beban saat menjalankan usahanya.

Masalah utama yang secara umum dihadapi calon pengusaha ketika ingin merealisasikan bisnisnya adalah permasalahan modal. Oleh karena itu pada akhir acara Founder Sharing, terdapat penjelasan dari Bang Viteks Grandis, alumni Teknik Geodesi ’88 mengenai cara mendapatkan modal melalui perusahaan Technoventura milik Bang Amir Sambodo. PT. Technoventura merupakan perusahaan modal ventura Bang Amir yang menyediakaan pembiayaan pada usaha-usaha yang memiliki nilai inovasi, terutama untuk alumni ITB. Pengembangan modal ventura untuk para alumni ITB melalui PT Technoventura juga merupakan salah satu misi Bang Amir apabila menjadi ketua umum IA-ITB.

Bang Amir memang contoh kandidat ketua IA ITB yang konkret melaksanakan misi-misinya. Ayo dukung Bang Amir sebagai ketua IA ITB. Berikan suara Anda pada Kongres IA ITB pada 3 Desember 2011.

Indonesia Berinovasi

Siapa yang berani menyanggah bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya? Dengan 240 juta penduduk, sumber daya alam yang melimpah, posisi kepulauan yang strategis serta kebudayaan lokal yang sangat unik, Indonesia memiliki seluruh potensi yang perlu dimiliki negara maju. Tapi mengapa hingga sekarang Indonesia masih jauh dari predikat sebagai negara maju dan tertinggal dari negara-negara lain seperti  Cina dan India? Bahkan India yang selama ini dikenal sebagai negara miskin dan sering diributkan dengan kerusuhan antar kasta, sekarang telah maju menjadi negara yang sangat berkembang dalam bisnis teknologi, terutama bidang informasi teknologi dan bioteknologi. Kunci dari kemajuan Cina dan India serta masalah utama dari ketertinggalan bangsa Indonesia ternyata bersumber pada satu kata yang sangat sederhana namun memiliki efek yang sangat besar: Inovasi

Inovasi adalah syarat mutlak yang harus dilakukan suatu negara apabila menginginkan kemajuan industri dan ekonomi. Dengan kemampuan berinovasi, suatu barang atau jasa akan memiliki nilai lebih (added value) yang membuatnya berbeda dari barang atau jasa lain yang sudah ada, sehingga akan meningkatkan nilai jual karena permintaan pasar yang meningkat. Yahoo.com adalah salah satu contoh perusahaan yang mengaplikasikan inovasi teknologi pada bisnis yang dijalankannya. Hasilnya, hanya dalam beberapa tahun perusahaan yang didirikan pada tahun 1994 ini telah tumbuh dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 70 Milyar.  Inovasi bisnis teknologi berkaitan erat dengan riset dan teknologi serta lembaga keuangan. Sebagai contoh, Cina memiliki rencana pengembangan bisnis teknologi yang diberi nama Torch Program. Torch Program diantaranya terdiri dari pembangunan lingkungan kondusif untuk industri teknologi tinggi, membangun science dan technology park serta inkubator bisnis.

Inovasi bukannya tidak pernah diterapkan di Indonesia. Indonesia memiliki Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) di Serpong, berbagai lembaga penelitian milik pemerintah, dan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Inovasi telah dilakukan beberapa pengusaha muda dalam mengembangkan usaha dan peneliti-peneliti Indonesia dalam menemukan hal-hal baru. Ivan Kurniawan adalah salah satu contoh pengusaha muda Indonesia yang telah berhasil berinovasi dalam dunia fashion  dengan mengembangkan konsep “Batik On Denim”. Ivan meningkatkan nilai jual batik dengan menggabungkannya sifat batik yang cenderung kaku dan formal dengan denim atau jeans yang sifatnya lebih casual dan santai. Dalam bidang penelitian bioteknologi, dosen muda dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Fenny Martha Dwivany  telah berhasil merekayasa gen ACC sintase sebagai alternatif pematangan buah pisang Ambon. Hasil penelitian ini tentunya sangat bermanfaat untuk pencegahan busuknya pisang Ambon yang belum laku terjual.

Permasalahan kemajuan bisnis dan ekonomi di Indonesia bersumber pada kegiatan inovasi yang masih bersifat soliter sehingga implikasi yang diberikan masih kecil. Dampak yang besar akan tercipta apabila terdapat kerjasama antara berbagai pihak untuk mengembangkan inovasi. Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai institusi yang melaksanakan pendidikan dan penelitian, perguruan tinggi memiliki peranan besar dalam pengembangan inovasi. Institut Teknologi Bandung sebagai institusi pendidikan terbaik di tanah air yang berbasiskan teknologi tentunya memiliki peranan dan tanggung jawab yang lebih besar. Untuk mewujudkan Indonesia Berinovasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, ITB sebagai tempat berkumpulnya putra dan putri terbaik bangsa perlu mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang menekankan pentingnya inovasi dalam setiap aspek. Dengan demikian diharapkan akan terbentuk alumni-alumni ITB yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis inovasi yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. ITB juga harus mengembangkan inovasi dalam penelitian sehingga pada akhirnya akan lahir paten-paten baru yang dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Catatan terakhir menunjukan bahwa hingga saat ini hanya sekitar 30 paten yang telah dikeluarkan oleh dosen-dosen ITB, sementara 60 paten masih dalam proses penerbitan. Jumlah ini tentunya masih jauh dari yang diharapkan. Di masa depan diharapkan ITB akan melahirkan alumni-alumni yang jago berinovasi demi mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju dan inovatif.

(Sumber: Buku Menyongsong Gelombang Baru Bisnis dan Teknologi Karya Amir Sambodo dan informasi dari beberapa sumber)

Pengembangan Entrepreneur Muda menjadi Realisasi Misi IA ITB

Saat ini IA ITB mulai menunjukkan kepedulian terhadap alumni muda yang berprofesi sebagai entrepreneur. Telah disadari bahwa sudah banyak jumlah alumni muda ITB yang mengembangkan diri menjadi seorang entrepreneur, IA ITB melakukan program-program yang dapat mendukung dan memfasilitasi alumni muda tersebut. Ketua bidang bisnis dan teknopreneur IA ITB, Bapak Amir Sambodo menyadari potensi berkembangnya jiwa entrepreneur dalam diri para lulusan ITB bahkan sebelum beliau menjabat sebagai ketua bidang tersebut. Menurutnya, mind set  lulusan ITB sebaiknya tidak hanya terfokus untuk menjadi seorang karyawan, melainkan menerima tantangan dunia bisnis untuk menyediakan lapangan pekerjaan baru.

Sesuai program kerja beliau sebagai ketua bidang bisnis dan teknopreneur, Bapak Amir Sambodo mencoba mengenalkan bidang entrepreneur yang tidak lepas dari latar belakang ilmu alumni muda selama berkuliah di ITB. Beliau mencoba menyadarkan alumni muda yang berjiwa entrepreneur, bahwa berbagai bidang teknologi tengah berkembang dalam dunia industri dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dewasa ini. Melalui pemikiran tersebut tercetuslah program teknopreneur yang merupakan gabungan antara teknologi dan entrepreneurship. Melalui teknopreneur inilah, ilmu yang didapat selama kuliah di ITB dapat diaplikasikan menjadi sebuah produk atau jasa siap guna yang menjadi solusi permasalahan masyarakat. Program ini mulai diperkenalkan oleh IA ITB terutama Bapak Amir Sambodo kepada alumni muda, agar alumni muda dapat memanfaatkan ilmu sebaik-baiknya dengan menjadi entrepreneur.

Bapak Amir Sambodo dibawah naungan IA ITB juga telah memfasilitasi pertemuan beberapa alumni muda yang berprofesi sebagai entrepreneur dan yang akan memulai menjadi seorang entrepreneur. hasil pertemuan tersebut menggambarkan minat alumni muda dalam dunia entrepreneurship dan sudah sejauh mana mereka berkecimpung didalamnya. Pertemuan ini terbukti berdampak positif pada alumni muda lain yang belum terpikir atau belum memiliki keberanian untuk terjun kedalam dunia entrepreneurship. Pengalaman para entrepreneur muda tersebut menjadi pemicu sekaligus pembelajaran untuk alumni muda ITB lain untuk mengikuti jejak mereka dengan langkah yang lebih baik.

Kegiatan-kegiatan positif seperti ini sangat penting untuk dijaga keberlangsungannya, agar alumni muda ITB menyadari potensi lain yang mampu dilakukannya untuk membangun diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat sekaligus membangun masyarakat dan bangsai melalui ide-ide cemerlang dan inovasi yang muncul.

Financial Planning for Ladies & for Brighter Future

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dianugrahi kekuatan yang sangat besar. Namun, sebagaimana ucapan Peter Parker dalam film Spiderman “Seiring dengan kekuatan yang besar, maka timbul pula tanggung jawab yang besar”. Demikian pula seorang wanita harus berperan dalam kehidupan, dibebani dengan berbagai tanggung jawab, termasuk soal cara mengelola keuangan. Sebagai mahasiswa,  single ladies yang berkarir, wanita karir yang berkeluarga atau ibu rumah tangga, wanita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengatur keuangan pribadinya tapi juga mengatur keuangan keluarga.

Menurut Karen Lee, penulis buku “It’s Only Money, So Why Does It Causes So Many Problem?” wanita single ataupun yang telah berkeluarga harus dapat membuat perencanaan keuangan (financial planning) dan menjalankan perencanaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Uang memang hal yang sangat sensitif. Single ladies tanpa perencanaan keuangan yang tepat hanya akan menghabiskan gaji bulanan tanpa manfaat yang jelas. Apalagi bagi wanita yang telah berkeluarga, permasalahan keuangan dapat menjadi penyebab rusaknya keharmonisan keluarga Anda.

Di tengah budaya konsumerisme yang merajalela seperti sekarang ini, banyak produk menggiurkan beredar di pasaran, sementara harga untuk setiap kebutuhan primer pun semakin meningkat. Oleh karena itu financial planning merupakan hal yang sangat penting dilakukan supaya setiap uang dapat dimanfaatkan dengan lebih terarah. Memiliki gaji yang besar tanpa memiliki perencanaan yang tepat, tidak akan membuat hari tua kita menjadi lebih sejahtera, apalagi bagi orang-orang dengan gaji bulanan yang masih tergolong kecil. Financial planning tidak hanya soal bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, tapi juga tentang tujuan keuangan itu sendiri. Apakah untuk dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun atau untuk proteksi kecelakaan dan biaya sakit? Menurut Ligwina Hananto,  pakar financial planning Indonesia, pengeluaran terbesar masyarakat pada umumnya untuk lifestyle dan kredit. Untuk itu wanita harus memiliki kontrol terhadap keuangannya dan paling tidak harus menyelamatkan 10% keuangan untuk berinvestasi. Setiap orang, pria dan wanita, pasti menginginkan hari tua yang nyaman dan sejahtera, hal inilah yang menyebabkan perencaan keuangan sangat penting dilakukan sedari kita masih muda.

Financial planning tidak hanya untuk ibu-ibu muda yang berperan sebagai pengatur keuangan di keluarga, tapi juga untuk para wanita single. Bukankah wanita single juga suatu saat akan berkeluarga? Jadi tidak ada salahnya mempersiapkan diri dari sekarang supaya kelak dapat menjadi financial planner yang baik. Lebih daripada itu, tidak ada jaminan lho bahwa setiap wanita single akan mendapat pasangan dengan tingkat ekonomi yang tinggi, sehingga tidak ada salahnya jika kita belajar merencanakan pendapatan yang kita miliki untuk pengeluaran-pengeluaran yang lebih terarah dan terencana, supaya di masa depan kita tetap bisa menjadi wanita yang madiri dan tidak banyak bergantung dengan orang lain. Mengikuti training financial planning adalah suatu langkah yang tepat untuk memulai memperkaya diri dengan informasi-informasi perencanaan keuangan. Sebab melalui training seperti ini, kita dapat bertanya dan berinteraksi langsung dengan pakar perencana keuangan, sehingga diharapkan pemahaman kita akan jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya mengumpulkan informasi dari website financial planning.

So, come on ladies, plan your financial for your brighter future.. 🙂

“Financial Planning is about Planning a better YOU”

Ada yang pernah dengar pernyataan “It’s Only Money, So Why Does It Causes So Many Problem?” ? Setujukah Anda dengan pernyataan ini? Tahukah Anda bahwa sebenarnya uang bukanlah sumber permasalahan. MONEY doesn’t cause many problems, YOUR PLAN Does.

Permasalahan keuangan terletak pada kesalahan Anda merencanakan keuangan yang Anda miliki, apalagi bagi Anda wanita muda yang lajang ataupun yang telah berkeluarga. Apakah Anda sering merasakan gaji bulanan Anda menguap entah kemana tanpa manfaat yang jelas? Apakah Anda merasa kesulitan menyekolahkan anak di sekolah favorit? Apakah Anda ingin pensiun dengan nyaman dan sejahtera? Apakah Anda merasa dipusingkan dengan unit link dari perusahaan asuransi? Disinilah Quantum Magna Financial hadir untuk membantu Anda merencanakan keuangan Anda, atau lebih tepatnya merencanakan Anda yang lebih baik.

Quantum Magna (QM) Financial adalah sebuah perencana keuangan independen yang membantu Anda mempromosikan wawasan finansial sehingga Anda dapat merasakan perubahan dalam mengelola keuangan Anda. QM Financial menyediakan jasa program konsultasi dengan QM Planner untuk melakukan financial check up, program pembuatan rencana keuangan komprehensif dan implementasinya selama 1 tahun, program seminar perusahaan, program financial check up untuk karyawan perusahaan, program pelatihan Quantum Magna Planning Certification (QMPC), serta program arisan bersama QM Planner.

QM Financial dipimpin oleh Ligwina Hananto, seorang alumni Finance &Marketing dari Curtin University of Technology di Perth, Australia kemudian melanjutkan S2 di IPMI Business School di Jakarta. Ligwina telah mengikuti berbagai program sertifikasi dari FPSB, CWMA, IARFC dan EPPL. Selain sebagai CEO QM Financial, Ligwina aktif menjadi kontributor di tabloid KONTAN, majalah Femina dan Market+ serta telah menjadi narasumber di berbagai radio, diantaranya 87.6 Hard Rock FM dan 90.4 Cosmopolitan FM.

QM Financial telah melaksanakan program financial check up untuk karyawan dari berbagai perusahaan, diantaranya: DBS Indonesia, GE Indonesia, PT Astra Honda Motor, Yayasan Sahabat Wanita Sampoerna dan masih banyak lagi. QM Financial juga telah melaksanakan program talkshow di berbagai perusahaan, diantaranya: Consumer Goods (Unilever, Danone, Nutrifood), BUMN dan pemerintahan (Kementriaan Keuangan, Garuda Indonesia), Mining, Oil and Gas (Chevron, Freeport Indonesia, Schlumberger, HESS Indonesia) serta Pendidikan dan Yayasan Sosial (Kelompok Ibu Peduli Anak).

QM Financial akan hadir di ITB pada WORKSHOP FINANCIAL PLANNING “Planning a Better You”, yang akan diselenggarakan pada

Hari :  Sabtu, 12 November 2011

Waktu : Pukul 09.00-12.00

Tempat :  Gedung Comlabs ITB, Jalan Ganesha no 10, Bandung.

Pembicara :  QM Planner Nurfitriavi Noeriman,ST, AEPP, CFP® 

Acara ini GRATIS dan KHUSUS untuk ALUMNI ITB WANITA. Untuk mendaftarkan diri silahkan isi formulir pada http://bit.ly/asahope_financial . Terbatas untuk 100 orang saja.. Buruan daftar!

Sekilas tentang Pembicara.

Nurfitriavi Noeriman atau yang akrab disapa Fitri adalah alumni Teknik Pertambangan ITB yang telah mengikuti berbagai sertifikasi financial planning. Fitri memulai karir di perusahaan shipping internasional serta sempat bekerja di perusahaan asuransi. Menyadari memiliki passion di bidang financial planning,  sekarang Fitri aktif sebagai financial planner dan menjadi kontributor pada majalah Market+, www.urbanmama.com dan menjadi narasumber berbagai radio. Saat ini Fitri menjabat sebagai Head of Sales QM Financial.

Industri Kreatif Mengakar pada INDOVASI

Bisnis di industri kreatif saat ini tengah berkembang pesat, tak selalu bisnis berbasis teknologi atau sains yang dapat merambah puncak dunia industri Indonesia bahkan dunia, bisnis sederhana yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat juga dapat menjadi sesuatu yang besar.

Industri kreatif dapat berupa penyediaan produk kreatif langsung ataupun penambahan nilai kreatif pada produk yang ada dan secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan. Ciri produk industri kreatif antara lain, siklus hidupnya singkat, risiko tinggi, margin keuntungannya tinggi, keanekaragaman yang tinggi, persaingan tinggi dan kemungkinan mudah ditiru. Kategori industri kreatif saat ini tidak hanya di bidang fashion atau entertainment saja, tapi sudah merambah ke kategori umum lain seperti makanan atau produk lainnya.

Amir Sambodo menyatakan bahwa industri kreatif ini jelas berawal dari sebuah inovasi. Dapat dilihat juga, produk-produk dari industri kreatif yang tengah berkembang saat ini banyak yang menonjolkan seni kultural dan tradisional dari Indonesia sebagai adding valuebagi suatu produk umum. Meskipun fungsi produk tetap sama, tapi nilai seni bertambah, contohnya baju jadi berbahan dasar batik.  Hal ini adalah salah satu contoh sederhana yang coba dijelaskan Bang Amir dalam konsep INDOVASI-nya.

Saat ini, industri kreatiflah yang masih berperan besar mengangkat nama Indonesia dalam ranah bisnis, menjadi sutu nilai tambah ekonomis. Beliau berharap, pada akhirnya tak hanya industri kreatif saja, melainkan industri berbasis sains dan teknologi juga bisa menerapkan konsep INDOVASI yang digagasnya dan mengangkat ciri khas ke-Indonesia-an sebagai nilai tambah ekonomis suatu produk.

Mari alumni muda ITB, sanggupkah menerima tantangan untuk berinovasi dengan ilmu yang Anda miliki?