Entrepreneur sebagai Alternatif Masa Depan Alumni Muda ITB

Kemajuan di berbagai bidang menyebabkan munculnya kebutuhan baru yang dapat mendukung aktivitas masyarakat luas. Jiwa muda serta wawasan yang terbuka membuat alumni muda ITB kerap melihat kesempatan besar dari munculnya kebutuhan-kebutuhan tersebut yang ternyata tak banyak disadari kebanyakan orang. Bekal ilmu yang dimiliki serta kemauan untuk menghasilkan sesuatu membuat alumni muda ITB tak ragu-ragu untuk membuat berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan yang bermunculan saat ini.

Alasan-alasan tersebut umumnya mendasari pilihan alumni muda ITB untuk berkecimpung dalam dunia entrepreneurship. Melakukan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan khalayak serta dunia kerja yang lebih dinamis dan kaya tantangan dirasa sesuai dengan kepribadian alumni muda ITB. Sehingga saat ini, menjadi seorang entrepreneur merupakan suatu pilihan masa depan bagi alumni muda ITB.

Menjadi seorang entrepreneur membutuhkan networking yang luas, tak hanya dari bidang usaha yang digeluti, melainkan juga dari bidang-bidang lain agar usaha yang dibuat tetap fresh dan mampu menjawab berbagai kebutuhan yang tidak statis. Bagi seorang entrepreneur yang usahanya tengah berjalan, networking jelas diperlukan untuk pemasaran, promosi ataupun pengembangan usaha. Sedangkan bagi para pemula, networking sangat penting untuk mempelajari pasar yang akan dihadapi, serta sebagai penilai ide yang dimiliki dan sebagai sarana untuk mempelajari langkah-langkah taktis yang perlu ditempuh oleh seorang entrepreneur.

Kebutuhan lain yang dirasa penting bagi alumni muda ITB sebagai entrepreneur adalah modal. Sebagian besar investor tidak dapat memberikan kepercayaan secara langsung pada seorang entrepreneur pemula, sehingga kesulitan mendapat modal untuk start up usaha yang akan dijalani kerap dialami alumni muda ITB yang memilih menjadi seorang entrepreneur. Kurangnya pengalaman dan belum adanya jaminan keberhasilan membuat investor ragu untuk menanamkan modal dalam suatu usaha yang akan dimulai entrepreneur pemula ini, hingga terkadang ide cemerlang yang menghasilkan inovasi tertentu tidak dapat realisasikan menjadi sebuah produk atau jasa yang nyata.

Kebutuhan utama alumni muda ITB sebagai entrepreneur yaitu networking dapat difasilitasi oleh IA ITB melalui kegiatan berkumpulnya alumni ITB seperti temu alumni, atau acara khusus seperti lingkar wacana mengenai entrepreneurship dengan alumni ITB entrepreneur sebagai narasumbernya. Melalui kegiatan tersebut, jaringan bisnis ataupun dalam bentuk rekanan lainnya dapat terbentuk, selain itu para alumni muda dapat belajar dari alumni-alumni lain yang sudah berpengalaman di dunia bisnis, atau yang ahli dalam suatu bidang. Melalui networking tersebut nantinya akan terbangun rasa percaya antar alumni sehingga diharapkan dapat bekerja sama menjadi investor bagi usaha yang akan dijalankan oleh para alumni muda ITB.

Kegiatan IA ITB yang memfasilitasi berkembangnya alumni muda akan meningkatkan mutu dan potensi alumni muda yang juga menjadi salah satu misi IA ITB.  Profesi alumni ITB sebagai seorang entrepreneur menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan sebagai pilihan masa depan alumni selanjutnya, karena melalui profesi ini, alumni ITB dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal dan juga membantu memecahkan berbagai kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin berkembang pula.

Advertisements

Modal Ventura : Dari Bang Amir untuk Pengusaha Muda

Peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi yang jauh lebih tinggi daripada peningkatan jumlah lapangan pekerjaan menuntut lahirnya pengusaha baru yang berani mengambil resiko untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha, beberapa perguruan tinggi ternama pun menjadikan kuliah manajemen dan kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa. Semua itu dilakukan untuk menanamkan mental wirausaha pada diri mahasiswa sehingga diharapkan pola pikir sebagian mahasiswa berubah, tidak lagi berpikir mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Ketika keinginan serta keterampilan untuk berwirausaha telah berhasil ditanamkan di masa kuliah, muncul masalah baru yang mengecilkan niat para calon pengusaha untuk mulai berwirausaha. Masalah itu adalah modal.

Beberapa pengusaha sukses terbukti dapat memulai usaha dengan modal kecil. Namun, itu semua pada dasarnya dikembalikan ke jenis usaha yang akan dijalankan. Banyak calon pengusaha muda yang memiliki ide sangat kreatif namun terbentur kebutuhan modal yang cukup besar. Inovasi yang tinggi mutlak harus dilakukan untuk menambah nilai jual dari barang atau jasa yang ditawarkan. Tanpa inovasi, usaha yang dijalankan akan lambat berkembang atau bahkan akan mati dalam waktu singkat.

Modal bisa didapat dari berbagai sumber, baik dari internal maupun eksternal. Modal internal berasal dari simpanan calon pengusaha itu sendiri. Keuntungan dari jenis modal ini adalah tidak adanya beban biaya bunga. Namun, secara umum jumlah modal internal biasanya tidak terlalu besar sehingga calon pengusaha tetap harus menggunakan modal eksternal. Modal eksternal yaitu modal yang diperoleh dari pihak luar, biasanya dalam bentuk pinjaman, salah satunya berasal dari modal ventura.

Modal ventura merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan sebagai partner usaha untuk jangka waktu tertentu. Di negara-negara maju, perusahaan modal ventura menjadi andalan pemerintah untuk meningkatkan perkembangan usaha masyarakat sehingga pada akhirnya akan menciptakan pertumbuhan ekonomi.  Sayangnya di Indonesia, tidak banyak perusahaan modal ventura yang memiliki kredibilitas tinggi.

Salah satu jenis modal ventura yang dikembangkan seorang pengusaha Indonesia adalah Techno Venture milik Amir Sambodo. Amir Sambodo, seorang alumni jurusan Teknik Mesin ITB, calon ketua umum IA ITB, pendiri Technopreneur Center dan menjadi komisaris utama di PT. Techno Venture Bisnis Sinergi. Penggagas konsep INDOVASI ini, mendirikan Techno Venture sebagai perusahaan modal ventura yang berfokus pada pengembangan usaha-usaha berbasis pada konsep INDOVASI di Indonesia, khususnya untuk alumni  ITB.

Konsep INDOVASI adalah konsep inovasi dalam teknologi, sains, bisnis serta seni kultural Indonesia. Techno Venture Business Synergy (TVBS) milik Amir Sambodo mendukung dan menopang pertumbuhan usaha yang dibiayai agar bertumbuh menjadi lebih kuat dalam hal akses terhadap pasar dan permodalan, melalui sejumlah skema pembiayaan. TVBS juga berperan sebagai penghubung terbentuknya kerjasama antara pebisnis dengan partner bisnis potensial dan investor. Modal ventura seperti TVBS sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis para pengusaha muda Indonesia. Tumbuhnya lebih banyak modal ventura yang penuh integritas merupakan suatu sinyal positif perkembangan ekonomi tanah air dan Amir Sambodo telah mengambil bagian untuk mewujudkan hal itu.

(sumber: Website Techno Venture Business Synergy (TVBS) dan beberapa paper tentang modal ventura)

Amir Sambodo untuk IA ITB

Amir Sambodo, mencalonkan dirinya sebagai kandidat ketua IA ITB pusat periode kepemimpinan 2011-2015. Dengan motto “Menjadi Terdepan” yang diusungnya, Bang Amir membagi program kerjanya kedalam 3 bagian utama yaitu Terdepan untuk Alumni, Terdepan untuk Almamater, dan Terdepan untuk Bangsa. Seperti halnya motto ITB, “Kemajuan dan keselarasan”, bang Amir ingin membuat alumni ITB tampil menjadi yang terdepan dimanapun dia berada dengan mengutamakan sinergi kebersamaan.

Sayangnya, banyak yang memandang negatif pada IA ITB di masa sekarang ini. IA ITB dianggap tak lagi digunakan untuk membangun para alumni, melainkan semata-mata menjadi “tunggangan” untuk masuk ke arena politik pemerintahan. Bang Amir dalam kepemimpinannya kelak, ingin mengubah pandangan negatif pada IA ITB. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa IA ITB bukanlah sarana politik, melainkan untuk sarana berkarya bagi para alumni.

Selain itu, Bang Amir selama ini juga mengembangkan gagasan terbarunya di bidang perekonomian yang ingin beliau terapkan untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang, yaitu konsep TECHNOPRENEUR dan INDOVASI. Kedua konsep yang digagasnya ini dibentuk dengan mensinergiskan 3 unsur penting, yaitu Bisnis, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, serta Seni kultural yang sangat kaya di Indonesia.

Organisasi IA ITB dianggapnya sarana paling tepat untuk menguji mega-konsepnya, karena alumni ITB terdiri dari latar belakang yang heterogen dan mewakili 3 unsur penting dalam konsep tersebut. Beliau berpendapat, jika dirinya terpilih menjadi ketua IA ITB, berarti konsep yang digagasnya tersebut dapat diterima oleh mayoritas alumni ITB yang notabenenya adalah miniatur Indonesia, sehingga kemungkinan besar juga akan berhasil diterapkan di Indonesia nantinya.

Bang Amir hadir dan mencalonkan dirinya sebagai kandidat Ketua IA ITB dengan niat mulia, mensejahterakan alumni ITB dan menjadikannya yang terdepan. Bersama alumni terdepan memajukan ITB menjadi almamater terdepan bagi bangsa terdepan, bangsa Indonesia.

Kiprah Amir Sambodo di IA ITB

Prestasi Amir Sambodo di bidang kealumnian ITB juga juga tak main-main. Dimulai dari kiprahnya di IA daerah, perjalanan beliau di IA ITB dimulai sebagai wakil ketua IA ITB Aceh mulai tahun 1984, lalu berlanjut dengan aktif di IA ITB Jakarta. Bang Amir lalu melangkah masuk ke kepengurusan IA ITB pusat saat kepemimpinan Cacuk (alm) sebagai Ketua V (Bidang Kajian Pembangunan) IA ITB.

Bang Amir juga tak ragu mencalonkan diri menjadi calon ketua IA ITB dengan tujuan utama yang mulia. Pada kongres tahun 2002, Bang Amir maju untuk pertama kalinya sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat, namun kemenangan belum diraih beliau pada saat itu. Walaupun tidak terpilih, Bang Amir menjabat sebagai Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi IA ITB Pusat. Pada kongres berikutnya tahun 2007, Bang Amir tidak mencalonkan diri menjadi ketua IA ITB Pusat, melainkan menjadi tim sukses dari Hatta Radjasa. Dalam perannya sebagai tim sukses Pak Hatta, Bang Amirlah yang kerap muncul dalam debat-debat resmi yang diagendakan untuk menggantikan Pak Hatta, hingga terpilihnya Pak Hatta menjadi Ketua IA ITB saat itu.

Di masa kepemimpinan Hatta Radjasa pada IA ITB Pusat, Bang Amir menjabat sebagai Ketua Bidang Business dan Teknopreneur IA ITB dengan program kerja pengembangan Teknopreneur bagi alumni ITB khususnya. Di akhir masa kepemimpinannya, telah banyak alumni ITB yang “digembleng” dalam Technopreneur Center dan menjadi individu yang lebih berkualitas. Pada kongres 2011 yang akan diadakan Desember mendatang, Bang Amir mencalonkan diri kembali sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat dengan membawa visi utama yaitu Menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang sejahtera, kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi (indovasi).

Prestasi yang pernah diraih Bang Amir dalam aktivitas kealumnian di IA ITB baik daerah maupun pusat telah membuktikan kemampuan beliau dan kepeduliannya terhadap kemajuan alumni ITB. Pengetahuan beliau akan dinamisme alumni ITB dari berbagai angkatan telah cukup banyak. Melalui pencalonan dirinya sebagai kandidat ketua IA ITB Pusat, diharapkan IA ITB dapat memiliki pemimpin yang sangat mengerti dan peduli akan kemajuan dan kesejahteraan para alumni ITB.

Karier Gemilang Amir Sambodo

Amir Sambodo merupakan sosok yang cukup dikenal atas prestasi-prestasinya di berbagai bidang. Beliau merintis karirnya pertama kali sebagai seorang profesionalis di dunia industri, berkaitan dengan basic ilmu yang didapatkannya selama berkuliah di jurusan Teknik Mesin ITB. Prestasi karirnya setelah lulus dari ITB pada tahun 1984 adalah menjadi 1 dari 15 orang tim perintis PT. Kraft Aceh, dengan tugas utama yaitu melatih 800 orang pegawai  untuk membangun, mengoperasikan dan memelihara pabrik kertas terbesar di Asia pada waktu itu. Pada usia 29 tahun, Bang Amir sudah mampu menduduki jabatan Maintenance Manager, sebuah jabatan satu level dibawah direktur.

Demi mencari tantangan baru, Bang Amir kemudian menerima tawaran Bapak Fadel Muhamad yang membuat anak perusahaan PT. Bukaka Kujang Prima, dan pada tahun 1993 Bang Amir sudah menjabat sebagai Direktur Utama. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini maju pesat dengan jumlah karyawan mencapai 2500 orang. Pada tahun 1998, Bang Amir diminta menjabat sebagai Kepala BPPN. Tidak berhenti sampai disitu, karirnya terus melejir hingga menjadi komisaris utama PT. Karakatau Steel dari tahun 2004-2007, dan setelahnya menjadi Dirut di PT. Tuban Petrochemical Indutries hingga saat ini.

Tak hanya di bidang profesionalnya saja beliau berkiprah, di bidang pemerintahan juga Bang Amir merupakan sosok yang diperhitungkan. Setelah menjadi staf khusus Menristek saat era pemerintahan Gus Dur, beliau kemudian menjadi 1 dari 35 alumni ITB yang dipercaya sebagai staf khusus Menko Perekonomian dengan tugas utamanya mensinergiskan ekonomi makro dan mikro. Prestasi yang diraihnya saat menjadi staf khusus Kemenko adalah MP3EI atau Master Plan Percepatan dan Pengembangan Ekonomi Indonesia 2011-2015. Beliau juga hingga saat ini dipercaya sebagai Ketua Komite tetap Migas Hilir dan Petrokimia KADIN serta Presiden Asosiasi Industri Aromatic, Olefin dan Plastic.

Selain berkarir sebagai profesionalis ataupun di bidang pemerintahan, Bang Amir juga mengembangkan jiwa entrepreneurshipnya dengan mendirikan beberapa perusahaan seperti Technopreneur Center, juga sebagai Komisaris Utama dari PT. Teknopreneur Indonesia dan PT. Technoventura Bisnis Sinergi. Ide yang digagasnya ia kembangkan sendiri dengan niat mulia, yaitu untuk memajukan perekonomian dan menghasilkan generasi muda yang besar. Prestasi yang diraih Bang Amir di berbagai bidang tersebut menjadi bukti bahwa beliau merupakan sosok orang yang hebat dan memiliki kapabilitas di berbagai bidang yang berbeda.

Workshop Persiapan Dunia Kerja

Sebagai bentuk perhatian pada pengembangan alumni muda ITB, pada tanggal 4 November 2011 di Gedung Complabs ITB, Amir Sambodo menyelenggarakan Workshop Persiapan Dunia Kerja untuk para fresh graduate di ITB, khususnya yang baru lulus pada tahun 2011. Acara yang secara penuh disponsori oleh Bang Amir ini dilakukan bekerja sama dengan Gibasa Training dan menghadirkan Saeful Zaman sebagai trainer. Saeful Zaman merupakan Managing Director Gibasa Softskills Training yang juga seorang konsultan Human and Resources Development di beberapa perusahaan besar yang telah sangat berpengalaman dalam melaksanakan proses perekrutan tenaga kerja. Selain itu Saeful Zaman juga seorang Master Trainee Psychology, dosen dan Penulis Panduan Psikotes Super Lengkap. Pada acara ini, Saeful Zaman memberikan materi mengenai tips dan trik menghadapi psikotes serta interview saat melamar pekerjaan. Selain itu setiap peserta diberikan tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator) yang hasilnya secara langsung akan dikirim ke masing-masing email peserta. Workshop yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 ini diikuti oleh para peserta dengan sangat antusias. Peserta sangat bersemangat terutama pada simulasi interview yang dilaksanakan oleh para peserta secara berpasangan. Sesi tanya jawab pun berlangsung dengan sangat interaktif. Walaupun acara ini hanya berlangsung selama kurang dari 3 jam, peserta yang merupakan alumni muda ITB dari berbagai jurusan merasakan banyak manfaat dari acara ini. Berikut ini merupakan beberapa testimoni dari beberapa peserta workshop:

Tari (Mikrobiologi 2007, lulus Oktober 2011):

“Acaranya menarik dan bermanfaat banget, harapannya acara seperti ini bisa diadakan lagi sebagai wujud kepedulian alumni senior ke alumni muda dan mahasiswa. Jadi tidak hanya saat kampanye.”

Citra (Teknik Geodesi 2007, lulus Oktober 2011):

“Tadi acaranya bagus, cuma kurang lama. Harapan saya untuk mengikuti acara ini sudah cukup terpenuhi. Buat calon ketua IA, lumayan bagus mengadakan acara seperti ini, kalau bisa sih ditambah acara atau info lowongan kerja buat alumni muda, hehe”

Firna (Kimia 2007, lulus Juli 2011):

“Secara keseluruhan acaranya bagus dan sangat bermanfaat, tapi waktunya terlalu singkat. Pak Amir nampaknya memang peduli dengan karir alumni ITB, terutama yang baru lulus”

Ghani (Teknik Sipil 2006, lulus April 2011):

“Workshopnya bagus, aplikatif dan tepat sasaran. Saya pengen tahu hasil Tes MBTI yang tadi dikerjakan”

Bang Amir Sambodo memang sosok calon ketua IA ITB yang sangat peduli terhadap alumni muda. Semoga dengan terpilihnya Bang Amir Sambodo sebagai ketua Ikatan Alumni ITB periode 2011-2015, alumni muda bisa terus aktif mengembangkan diri, masyarakat dan tentu saja ITB. Jadi, jangan lupa dukung terus Bang Amir sebagai ketua IA ITB yaa 🙂

 

Muslim Taat dan Pemimpin yang Hebat

Bang Amir Sambodo merupakan sosok pria yang tidak hanya sukses dalam pendidikan dan karir, tapi juga dalam rumah tangga dan masyarakat. Bang Amir menikah dengan Etty Siti Karyati (PL ’79) pada 16 November 1986. Bang Amir mengenal istrinya saat menjadi penari di Unit Maha Gotra Ganesha (MGG) ITB. Istri Bang Amir sangat mendukung kegiatan Bang Amir di IA ITB, karena istri Bang Amir sangat paham bahwa kegiatan di IA adalah kegiatan yang memiliki visi dan misi serta memberikan kontribusi pada alumni, ITB dan masyarakat, jadi bukan kegiatan yang sia-sia. Anak pertama dan anak kedua mereka, Barli Wibisono dan Runi Larasati, telah lulus dari Monash University, sementara anak ketiga mereka Arizani masih kuliah di jurusan Sastra Inggris Universitas Padjajaran. Bang Amir dan keluarga sekarang tinggal di Jalan Kerinci, Jakarta, setelah sebelumnya sempat tinggal di kawasan Bintaro Permai dan di Lhoksumawe.

Bang Amir juga merupakan seorang pemimpin di lingkungan sekitarnya. Pada waktu Bang Amir di Lhoksumawe, dia langsung diangkat menjadi manager karena tuntutan jabatan di perusahaan baru, hal ini menyebabkan Bang Amir juga harus berperan sebagai ketua di lingkungan juga. Waktu mahasiswa, Bang Amir diangkat sebagai kepala kost. Ketika Bang Amir tinggal di kawasan di Bintaro, dia diangkat sebagai ketua RT seumur hidup, namun Bang Amir mengingikan adanya regenerasi sehingga jabatan tersebut diserahkannya kepada orang lain.

Kesuksesan yang didapatkan oleh Bang Amir saat ini tidak terlepas dari didikan sang ayah yang sangat religius. Ayah Bang Amir memang seorang imam tentara, walaupun begitu didikan sang ayah tidak bersifat keras tetapi lebih bersifat dialogis. Pendidikan agama yang didapatkan sedari kecil membuat Bang Amir terbiasa melakukan puasa Senin-Kamis dan sholat malam sehingga Bang Amir tidak pernah merasakan tekanan beban yang berlebihan. Bang Amir dan istri telah menunaikan ibadah haji pada tahun 2001 dan telah 4 kali melaksanakan umroh. Pendidikan agama ini juga Bang Amir terapkan kepada anak-anaknya karena beliau yakin pemahaman agama sangat penting dalam menghadapi hidup yang penuh tantangan